Gagal Berangkat, Puluhan Calon Jemaah Umrah Lapor Polda Jatim

M. Mahrus • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:43 WIB
LAPORAN: Nampak korban calon jemaah umrah melapor ke Polda Jatim karena gagal berangkat. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
LAPORAN: Nampak korban calon jemaah umrah melapor ke Polda Jatim karena gagal berangkat. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Puluhan calon jemaah umrah asal berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) mendatangi SPKT Polda Jatim, Rabu (23/9) siang.  Mereka melaporkan PT AAT dan pemiliknya EKN alias N ke Polda Jatim atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. 

Sebab puluhan calon jemaah umrah yang sudah membayar lunas gagal berangkat ke tanah suci dan tidak ada pengembalian dana dari pihak travel.

Salah satu korban Iin Haniatur Rohmah mengatakan, awalnya ikut umroh melalui travel PT AAT karena tergiur umroh murah yang ditawarkan di media sosial (medsos) PT AAT. Untuk program umrah selama 12 hari dan 16 hari tarif yang ditawarkan berada di kisaran Rp 19,5 juta hingga Rp 25 juta.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Tiga Orang Serang Warkop di Sentra PKL Jalan HR Muhammad Surabaya

"Tertarik karena PT besar dan ada agen-agenya di tiap daerah. Selain itu harganya murah," ujarnya, Rabu (23/9). 

Perempuan asal Gresik mengaku dirinya sebenarnya berangkat pada 20 September 2026 dan sudah membayar lunas. Namun hingga sekarang tidak ada kejelasan. Selain itu jamaah yang berangkat pada 10 September 2026 juga gagal berangkat.

"H-5 kalau enggak salah itu diumumkan oleh kuasa hukumnya, katanya di hari Jumat dan Sabtu sebelum keberangkatan tanggal 20, itu bisa untuk melaporkan di kantor. Melaporkan di kantor untuk yang pertama, menunda keberangkatan atau yang kedua, refund pengembalian dana," ungkapnya.

Baca Juga: 6.125 Siswa SMA dan SMK Dibekali Wirausaha dan AI

Setelah pengumuman tersebut sampai sekarang tidak ada kejelasan atau jawaban apapun dari kuasa hukum atau pemilik. Iin mengaku sebenarnya telah mempersiapkan keberangkatan bersama anaknya. Mulai dari paspor dan vaksin secara mandiri. Selama proses menjelang keberangkatan dirinya sempat mendapatkan koper dan seragam batik.

"Korban ada dari Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, Makassar dan beberapa daerah lainnya," bebernya. 

Sementara korban lainnya Adi Puryanto menambahkan, jemaah yang gagal berangkat ada sekitar empat ribu jamaah dari berbagai daerah.

Baca Juga: Kurir Narkoba di Bratang Wetan Surabaya Digerebek, Sita 100,72 Gram Sabu

Para korban berasal dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Makasar dan Jombang. "Jamaah yang terdampak sekitar empat ribu. Jadi kalau ditotal kerugian 4 ribu itu kalau ditaksir ya Rp 120 miliar," sebutnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
Polda Jatim jemaah gagal berangkat umrah penipuan