RADAR SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur memastikan proses seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2027 berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.
Untuk menjaga penilaian tetap berdasarkan kompetensi peserta, Kemenhaj Jatim bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui ujian berbasis computer assisted test (CAT).
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Timur Mahmudi mengatakan penggunaan sistem CAT menjadi salah satu upaya memastikan proses seleksi PPIH berlangsung secara adil dan terbuka.
Sistem tersebut memungkinkan peserta mengetahui hasil ujian secara langsung setelah menyelesaikan tes.
“Melalui sistem CAT, setiap peserta dapat langsung mengetahui skor dan hasil ujiannya sesaat setelah menyelesaikan tes.
Nilai yang tampil adalah hasil asli dari kemampuan peserta, disajikan apa adanya tanpa rekayasa,” ujar Mahmudi, Selasa (15/9).
Baca Juga: IndoBuildTech Surabaya 2026 Bidik Penguatan Pasar dan Koneksi Bisnis Jawa Timur
Di Jawa Timur, ujian CAT PPIH dilaksanakan secara serentak dalam dua gelombang di Kantor Regional II BKN Surabaya.
Gelombang pertama digelar pada 5 September 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 12 September 2026.
Menurut Mahmudi, penggunaan CAT juga bertujuan meminimalkan potensi intervensi dari pihak luar dalam proses penilaian.
Dengan sistem tersebut, nilai peserta ditentukan berdasarkan hasil pengerjaan ujian dan kompetensi masing-masing.
“Kerja sama dengan BKN sekaligus menjamin standar dan prosedur pelaksanaan ujian berjalan seragam dan sama bagi seluruh peserta di berbagai daerah.
Kami menjamin kesempatan yang setara dan adil. Penilaian sepenuhnya didasarkan pada kompetensi masing-masing calon petugas,” tegas mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Bali tersebut.
Peserta Lolos CAT PPIH Lanjut Pemeriksaan Kesehatan
Peserta yang berhasil mencapai ambang batas kelulusan berdasarkan hasil seleksi CAT berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Baca Juga: Terima Silaturahmi Pengurus PAN Surabaya, Cahyo Sebut Gerindra Buka Komunikasi dengan Semua Parpol
Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) sesuai dengan ketentuan resmi yang berlaku.
Mahmudi menambahkan, keterbukaan hasil seleksi merupakan bagian dari upaya Kemenhaj membangun sistem rekrutmen PPIH yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui proses tersebut, Kemenhaj ingin menjaring calon petugas yang memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalitas.
“Nantinya, para petugas ini akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan