RADAR SURABAYA – Jawa Timur kembali menunjukkan kekuatan madrasah dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026.
Sebanyak 41.488 peserta mengikuti OMI tingkat kabupaten/kota yang digelar serentak pada 7–9 September 2026.
Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan peserta OMI terbanyak se-Indonesia.
Puluhan ribu peserta mengikuti kompetisi melalui 647 titik lokasi (tilok) yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme madrasah di Jawa Timur dalam mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan akademik, kompetensi, serta budaya berprestasi.
41.488 Peserta Ikuti OMI 2026 di Jawa Timur
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak dalam mempersiapkan pelaksanaan OMI.
Baca Juga: Alphard Tabrak 11 Motor dan Mobil di Jalan Menur Pumpungan Surabaya, Dua Orang Luka Parah
“Tahun ini, Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak se-Indonesia, dengan jumlah 41.488 peserta.
Angka yang sangat membanggakan. Peserta tersebut akan berkompetisi di 647 titik lokasi yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur,” ujar Sugiyo, Rabu (9/9).
Menurut Sugiyo, persiapan OMI melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala seksi Pendidikan Madrasah, pengawas, kepala madrasah, hingga operator kabupaten/kota.
Mereka bekerja melakukan verifikasi data peserta sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana di setiap titik lokasi.
“Ini bukan angka yang kecil. Ini adalah bukti nyata kerja keras, kolaborasi, dan komitmen luar biasa dari para Kasi, pengawas, kepala madrasah, dan terutama para operator kabupaten/kota yang telah bekerja siang malam melakukan verifikasi dan penyiapan tilok. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Kemenag Jatim Tekankan Integritas Peserta OMI
Sugiyo juga menekankan pentingnya integritas selama pelaksanaan OMI 2026. Pengawas diminta memastikan kompetisi berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
“Ciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan jujur bagi peserta. Ingatkan peserta bahwa juara yang sesungguhnya adalah mereka yang berkompetisi dengan jujur,” imbaunya.
Baca Juga: Sebulan Command Center 112 Surabaya Tangani 2.375 Kasus, Didominasi Darurat Medis dan Laka Lantas
Selain aspek integritas, kesiapan teknis juga menjadi perhatian. Para operator diminta memastikan jaringan internet, perangkat, dan akun peserta sudah siap sebelum kompetisi berlangsung.
Jalur komunikasi dengan Helpdesk Kanwil juga harus dipastikan tersedia untuk menangani persoalan teknis yang mungkin muncul.
“Jika terjadi kendala login, soal tidak muncul, atau koneksi terputus, segera koordinasikan dengan Helpdesk Kanwil sesuai SOP yang telah dibagikan. Jangan panik, tetap tenang,” tegas Sugiyo.
Jatim Bidik Juara Umum OMI Tingkat Nasional
Dengan jumlah peserta mencapai 41.488 orang, Jawa Timur membidik lahirnya talenta-talenta terbaik yang nantinya mampu bersaing pada level nasional.
Peserta terbaik dari tingkat kabupaten/kota akan melanjutkan kompetisi pada OMI tingkat Provinsi Jawa Timur sebelum berkesempatan mewakili Jatim di tingkat nasional.
“Dari 41.488 peserta ini, kita akan mencari yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat provinsi.
Saya yakin, dari Jatim akan lahir juara-juara nasional. Semoga Jawa Timur dapat meraih juara umum seperti tahun lalu,” harap Sugiyo.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga pelaksanaan OMI agar berlangsung transparan dan akuntabel.
“Mari kita sukseskan OMI ini dengan semangat madrasah yang mandiri dan berprestasi.
Mari kita jaga bersama agar pelaksanaan secara daring ini berjalan transparan dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk kecurangan,” tegasnya.
Hari Pertama OMI Jatim Berjalan Lancar
Ketua Tim Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Arini Nihayati, mengatakan pelaksanaan hari pertama OMI berjalan lancar.
Tidak terdapat kendala berarti dari sisi jaringan maupun kehadiran peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi jaringan maupun peserta.
Seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” jelas Arini.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Pemenang tingkat kabupaten/kota selanjutnya akan mewakili daerah masing-masing dalam OMI tingkat Provinsi Jawa Timur.
OMI Satukan KSM dan MYRES
OMI merupakan pengembangan dari dua ajang sebelumnya, yakni Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).
Penyatuan tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan, mengasah kompetensi, serta membangun budaya berprestasi dan berkompetisi secara sehat.
Tingginya jumlah peserta OMI 2026 di Jawa Timur menjadi gambaran besarnya partisipasi madrasah dalam pengembangan potensi peserta didik.
Dengan 41.488 peserta dan 647 titik lokasi di 38 kabupaten/kota, Jawa Timur tidak hanya menjadi provinsi dengan peserta OMI terbanyak secara nasional, tetapi juga membawa misi mempertahankan prestasi sebagai juara umum pada ajang tingkat nasional. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan