RADAR SURABAYA - Keselamatan di perlintasan sebidang kereta api di masih menjadi pekerjaan rumah. Dari total 999 perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai wilayah, 265 perlintasan belum dijaga.
Tidak hanya itu. Ada 83 perlintasan yang masuk kategori liar dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, perlintasan sebidang menjadi salah satu titik rawan terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan maupun masyarakat.
Baca Juga: Perketat Pengawasan setelah Air Berbusa, PAM Surya Sembada Minta Akses Jasa Tirta
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono mengatakan, dari 999 perlintasan sebidang yang ada, sebanyak 638 perlintasan telah mendapatkan penjagaan oleh PT KAI maupun pemerintah daerah.
Selain perlintasan yang dijaga, terdapat 96 perlintasan yang selama ini mendapatkan penjagaan dari sukarelawan. Namun, masih terdapat 265 perlintasan yang belum dijaga. “Ada 83 perlintasan liar yang perlu dilakukan penanganan," ujarnya kemarin (9/9).
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 15 kejadian kecelakaan lalu lintas jalan yang melibatkan kereta api. Dari kejadian tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia.
Nyono mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satunya melalui dukungan pembangunan infrastruktur keselamatan di wilayah kabupaten/kota.
"Hingga tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membantu pembangunan sebanyak 132 pintu perlintasan kereta api dan pos jaga di jalan kabupaten/kota," katanya.
Dukungan tersebut juga berlanjut melalui APBD 2026. Tahun ini, Pemprov Jatim tengah membangun empat pintu perlintasan kereta api. Setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut nantinya akan dikelola oleh pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Amankan Tahura, Puskesmas, dan Waduk Jeruk, Lama Dikuasai Pihak Lain
Menurut Nyono, pembangunan palang pintu dan pos jaga menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan keselamatan. Namun, keberadaan infrastruktur saja tidak cukup untuk menekan potensi kecelakaan.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia penjaga perlintasan juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi petugas penjaga perlintasan sebidang (PJL) yang dilaksanakan di PPI Madiun.
"Selain pembangunan infrastruktur, kami juga melaksanakan kegiatan peningkatan keselamatan, antara lain melalui pendidikan dan pelatihan petugas penjaga perlintasan sebidang," ungkapnya. (mus)
Editor : Lambertus Hurek