RADAR SURABAYA - Satgas Pangan Polda Jatim bersama Bulog Jatim dan Dinas terkait serta BPS melakukan sidak di pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng, Surabaya, Senin (7/9) pagi. Dari hasil sidak ketersediaan beras dan Minyakita kondisi aman. Namun ditemukan ada kenaikan pada harga beras premium.
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Dodi Ruyatman mengatakan, Satgas Pangan Polda Jatim turun bersama untuk melakukan pengecekan suplai beras terutama beras premium. Dimana seperti diketahui belakangan ada kelangkaan beras premium dan harganya cukup tinggi.
"Setelah dilakukan pengecekan, ternyata masih ada beberapa beras premium harga standar dan sesuai HET (harga eceran tertinggi). Namun memang ada beberapa merek harga beras premium yang harganya cukup tinggi. Kami, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, akan melakukan pendalaman berawal dari mana sehingga harga beras ini bisa naik," ujarnya di Pasar Pucang Anom Surabaya, Senin (7/9).
Baca Juga: Usai Viral Tolak Pembayaran QRIS, Jukir di Pasar Kupang Surabaya Sempat Sembunyi
Selain melakukan pendalaman terkait penyebab kenaikan harga beras premium, Satgas Pangan Polda Jatim juga melakukan monitoring atau pengecekan terhadap kemungkinan adanya perilaku menyimpang dari pengusaha. Contohnya, pengusaha yang mengemas beras medium menjadi beras premium karena melihat harga beras premium yang tinggi.
"Sementara belum ada (temuan pengemasan beras medium ke premium). Namun kami akan melakukan monitoring dan pendalaman," ungkapnya.
Tidak hanya itu. Satgas Pangan Polda Jatim juga akan melakukan pengawasan dan mendalami terkait masalah ketersediaan dan distribusi Minyakita.
Baca Juga: Jadwal Liga Champions Matchday 1: Real Madrid vs Inter,Liverpool vs Atletico, Arsenal Tantang Napoli
"Itu juga sama. Mungkin tadi seperti disampaikan dari Bulog, sebetulnya untuk ketersediaan Minyakita itu cukup. Kami akan lakukan pengecekan di lapangan, di mana letak permasalahannya. Ini yang akan tetap kami dalami," tegasnya.
Wapimwil Bulog Jatim Sugeng Hardono menjelaskan, dari hasil pengecekan di Pasar Pucang Anom secara suplai masih lancar, beras premium tersedia dan beras SPHP juga terus ada.
"Kita lihat tadi juga bahwa memang di beberapa pengecer tadi ada beberapa harga yang di atas HET. Tapi ada juga beras premium yang masih standar di Rp 14.700, SPHP juga dijual Rp 12.000," tuturnya.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin 8 Bandara Ditutup, Paper Test Dilakukan Tiap 30 Menit
Menurutnya, salah satu faktor penyebab kenaikan harga beras premium terjadi karena faktor cuaca dan waktu musim panen.
"Kita lihat di beberapa tempat memang ada pengaruhnya, karena puncak musim panen itu kan dalam satu tahun di bulan Maret-April. Kalau bulan sekarang (Agustus–September) memang tidak sebanyak di bulan April dan Maret. Itu tetap ada pengaruhnya," sebutnya.
Sementara salah satu pedagang beras Eka Arista menuturkan, yang sekarang naik adalah beras premium. "Biasanya Rp 16.000 sekarang Rp 17.000 yang Pinpin. Sama gula biasanya Rp 17.000 ribu naik jadi Rp 17.500. Mulai September ini kayaknya dan itu sempat kosong berasnya jadi ada naik gitu," katanya.
Baca Juga: Whole Person Education UK Petra Cetak Lulusan Berkarakter, Waktu Tunggu Kerja Hanya 1,4 Bulan
Ia melanjutkan, pertama stok beras kosong. Namun setelah satu dua hari beras premium ada namun disertai harga baru. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya