RADAR SURABAYA – Target Partai Golkar merekrut 2 juta kader muda mulai diterjemahkan ke tingkat daerah.
Di Jawa Timur, sebanyak 130 kader dari 38 kabupaten/kota ditempa dalam Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) I Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona 3 Digeber Mulai Besok, 16 Tim Bakal Berebut Tiket Grand Final
Diklatda yang digelar di Gedung Golkar Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, sejak Sabtu (5/9/2026) itu resmi berakhir dan ditutup pada Minggu petang (6/9/2026).
Namun, dari proses tersebut, tidak seluruh peserta dinyatakan lolos. Sebanyak 17 peserta gugur, berdasarkan hasil penilaian tim.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Dapat Sambutan Luar Biasa, Potensi Pemain Muda Bermunculan
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP AMPG Datuk Said Aldi Al Idrus, Sekjen Ubaydillah, Bendum Muhammad Faqih, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi, serta Ketua PD AMPG Jawa Timur Adiel Muhammad Kanantha.
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus menyebut Diklatda bukan sekadar pelatihan organisasi. Forum ini menjadi bagian dari desain besar Golkar menyiapkan kader muda yang kelak mengisi estafet kepemimpinan partai.
Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Antusiasme Tinggi, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin
“Forum ini bukan sekadar meningkatkan kapasitas kader, tetapi bagian dari strategi politik Partai Golkar untuk menyiapkan generasi penerus kepemimpinan,” tegas Said Aldi.
Ia mengatakan target perekrutan 2 juta kader muda merupakan instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Jawa Timur sendiri menjadi provinsi kedua yang menggelar Diklatda setelah DKI Jakarta.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Langsung Turunkan Tim Cek BBM Penyebab Motor "Brebet" di Jatim
“Kami diinstruksikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk merekrut 2 juta kader muda melalui AMPG,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi menegaskan tantangan kader muda bukan sekadar meneruskan nama besar partai, tetapi memastikan regenerasi berlangsung dengan transfer pengetahuan, nilai, karakter dan keterampilan politik.
Ali yang bergabung dengan Golkar sejak 1998 saat berusia 28 tahun meminta kader muda mempersiapkan diri secara serius untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinan.
“Generasi muda harus menyiapkan diri sebaik mungkin sebagai bagian dari semangat Partai Golkar melakukan pendidikan kader dan regenerasi politik pada masa yang akan datang,” tegas Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil VII Jatim tersebut.
Menurut Ali, pendidikan harus membangun pengetahuan dan perspektif kebangsaan, sementara pelatihan membentuk kemampuan kader dalam mengelola organisasi dan menghadapi dinamika politik.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan politik tanpa karakter dapat menjadi persoalan ketika kader masuk ke ruang kekuasaan.
“Kalau masuk ke ruang kekuasaan tanpa nilai, tanpa value dan tanpa tata kelola yang baik, kekuasaan yang seharusnya diabdikan untuk bangsa dan negara akan menjadi sesuatu yang mubazir,” katanya.
Karena itu, kader AMPG diminta menjauhi manuver politik yang tidak perlu dan sikap oportunistis yang berpotensi merusak citra organisasi.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Blegur Prijanggono saat menutup Diklatda pada Minggu petang menegaskan AMPG memiliki posisi penting untuk mendekati pemilih pemula dan Generasi Z.
“Kader AMPG diharapkan dapat membesarkan Partai Golkar di tingkat daerah serta mengajak generasi muda untuk bersama-sama Golkar pada Pemilu 2029 melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan minat mereka,” ujarnya.
Dari 130 peserta, dua kader dengan nilai terbaik mendapat kesempatan mengikuti pertemuan organisasi kepemudaan di Malaysia bersama kader terbaik AMPG se-Indonesia.
Blegur meminta kader tidak menjadikan organisasi sebagai jalan pintas mengejar jabatan. Menurutnya, karier politik dibangun melalui proses, pengalaman dan kerja yang konsisten.
“Jangan merasa bingung. Nikmati prosesnya, karena semuanya membutuhkan proses yang bertahap,” katanya.
Golkar, lanjut Blegur, membuka ruang bagi anak muda dari berbagai latar belakang, mulai seni, pendidikan hingga keagamaan. Namun, seluruh peluang itu harus dibuktikan dengan kerja nyata, bukan sekadar hadir dalam kegiatan seremonial.
Bagi AMPG Jatim, penutupan Diklatda pada Minggu petang bukanlah akhir. Justru 113 kader yang dinyatakan lolos kini menghadapi ujian sebenarnya: membuktikan hasil gemblengan di 38 daerah, memperluas basis anak muda, dan menjawab ambisi Golkar merebut generasi baru menuju Pemilu 2029. (vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya