Jaga Harga Pangan, Bulog Jatim Gelontorkan 700 Ton SPHP dan 20 Ribu Liter Minyakita ke Pasaran

Mus Purmadani • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:20 WIB
PENGECEKAN: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu saat mengecek harga pangan di Pasar Tambakrejo, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
PENGECEKAN: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu saat mengecek harga pangan di Pasar Tambakrejo, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur (Jatim) memperkuat langkah stabilisasi pangan di tengah memasuki musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman di pasaran.

Bersama Tim Satber Pangan Provinsi Jatim, Bulog melakukan monitoring harga secara langsung di sejumlah pasar tradisional. Pemantauan difokuskan, terutama, pada pasar-pasar induk yang menjadi salah satu titik penting distribusi pangan di kabupaten/kota di Jawa Timur.

Selain memantau perkembangan harga, Bulog juga memasifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita ke pasar-pasar dan jaringan distribusi yang menjadi mitra Bulog.

Baca Juga: Curi Burung Love Bird, Pria Dihajar Massa di Simo Jawar Surabaya

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

"Hari ini Perum Bulog akan menggelontorkan beras SPHP kurang lebih 700 ton dan Minyakita sebanyak kurang lebih 20.000 liter melalui mitra binaan Bulog Jatim," kata Langgeng saat melakukan pemantauan harga di Pasar Tambakrejo, Kota Surabaya, Sabtu (5/9). 

Menurut dia, penyaluran tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meredam potensi gejolak harga yang biasanya menjadi perhatian ketika memasuki musim kemarau.

Baca Juga: KONI Jatim Gandeng RS PHC dan RS Korpri Pura Raharja Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

Langgeng menegaskan, Bulog bersama Tim Satber Pangan akan terus melakukan pemantauan secara langsung terhadap perkembangan harga di lapangan. Apabila ditemukan adanya indikasi kenaikan harga atau gangguan pasokan, intervensi melalui penyaluran SPHP akan terus dilakukan.

Dari sisi realisasi penyaluran, Bulog Kanwil Jatim mencatat distribusi beras SPHP sejak Maret hingga September 2026 telah mencapai sekitar 130 ribu ton. Jumlah tersebut setara dengan 130,9 persen dari target perusahaan yang ditetapkan sekitar 98,7 ribu ton.

Artinya, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah melampaui target yang ditetapkan. Penyaluran dalam jumlah besar tersebut menunjukkan upaya Bulog memperkuat pasokan beras di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Tidak hanya beras, Bulog juga terus memperkuat distribusi Minyakita. Hingga periode yang sama, distribusi Minyakita telah mencapai sekitar 18,5 juta liter.

Produk tersebut disalurkan melalui 4.609 mitra yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Jaringan distribusi Bulog tersebut mencakup pasar tradisional, retail modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), koperasi BUMN maupun BUMD, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).

"Penyaluran beras SPHP dan Minyakita ini melalui mitra binaan Perum Bulog Kanwil Jatim seperti pasar tradisional, retail modern, KDKMP, koperasi BUMN/BUMD hingga Rumah Pangan Kita. Mitra binaan ini sangat berperan aktif dalam penyediaan, keterjangkauan serta ketersediaan pangan untuk konsumen serta berperan dalam menjaga inflasi," ujar Langgeng.

Dalam pemantauan di Pasar Tambakrejo Surabaya, kondisi harga beras medium masih terpantau stabil. Harga beras medium berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp 13.500 per kilogram.

Baca Juga: Negara Eropa Ramai-Ramai Pindahkan Emas dari Amerika Serikat, Ada Apa?

Sementara itu, beras SPHP yang tersedia di tingkat pedagang dijual dengan harga sekitar Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah batas harga yang ditetapkan untuk beras SPHP.

Kondisi serupa juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Minyakita yang dijual oleh pedagang binaan Bulog dibanderol maksimal sekitar Rp 15.700 per liter.

Menurut Langgeng, kondisi tersebut menunjukkan pasokan pangan di pasar masih dalam kondisi terkendali. Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran terhadap kenaikan harga maupun kelangkaan beras.

Baca Juga: Manchester City vs Coventry: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 1-0, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga

Bulog Kanwil Jatim memastikan stok yang tersedia saat ini masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ketersediaan stok beras 1,3 juta ton dan Minyakita 3,2 juta liter saat ini yang tersimpan di gudang Bulog Jatim sangat melimpah. Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying," tegasnya.

Langgeng mengatakan, kekuatan stok tersebut menjadi salah satu modal penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan stok yang memadai, Bulog dapat melakukan intervensi pasar apabila terjadi peningkatan harga atau gangguan distribusi.

Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persebaya Berakhir 1-1, Bajul Ijo Curi Satu Poin di Lampung

Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Tim Satber Pangan Provinsi Jawa Timur juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan stok, percepatan penyaluran beras SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium, pelaksanaan operasi pasar, serta pengawasan harga dan distribusi secara langsung di lapangan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Bulog, tetapi melibatkan pemerintah daerah, aparat, pelaku pasar, jaringan retail modern, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Himpun Rp6,09 Miliar untuk Gempa NTT, 7.225 Penyintas Sudah Dilayani

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pasokan pangan tidak hanya tersedia dalam jumlah yang cukup, tetapi juga dapat terdistribusi secara merata hingga tingkat konsumen.

"Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium, pelaksanaan operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak, BULOG, Bapanas dan Tim Satber Pangan memastikan seluruh instrumen yang dimiliki terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional," jelas Langgeng.

Dia menambahkan, sinergi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. "Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau," pungkasnya. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
pangan MinyaKita harga bulog jatim sembako