Bus Trans Jatim Jadi Program Unggulan Khofifah-Emil yang Dirasakan Masyarakat

Mus Purmadani • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:40 WIB
BERDAMPAK: Bus Trans Jatim menjadi program unggulan Khofifah-Emil.(IST/RADAR SURABAYA)
BERDAMPAK: Bus Trans Jatim menjadi program unggulan Khofifah-Emil.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Program Bus Trans Jatim menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jawa Timur (Jatm) Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang paling dirasakan masyarakat. Tingginya kepuasan warga terhadap layanan transportasi publik tersebut tercermin dalam hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengatakan sejumlah program Khofifah-Emil pada periode kedua kepemimpinannya mulai dirasakan masyarakat. Salah satu yang mendapatkan respons paling positif adalah keberadaan Bus Trans Jatim.

"Sejumlah program seperti Bus Trans Jatim, pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga pengelolaan sampah," kata Baihaki saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9).

Baihaki menyebut tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Bus Trans Jatim mencapai 82,5 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah program yang ditanyakan kepada responden.

Baca Juga: PON Bela Diri 2026 Batal di Sulut, KONI Pusat Alihkan ke 2027

"Bus Trans Jatim tertinggi, dan harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur," jelasnya.

Menurut dia, masyarakat menilai keberadaan transportasi publik tersebut memberikan manfaat secara langsung. Saat ini, Bus Trans Jatim telah beroperasi di delapan koridor. Namun, masyarakat berharap cakupan layanan tersebut terus diperluas.

"Saat ini Bus Trans Jatim ada 8 koridor dan warga berharap untuk terus ditambah jangkauannya. Karena warga ingin transportasi umum bisa dijamin oleh pemerintah, dan itu mulai digarap oleh Khofifah saat memimpin Jatim," ujarnya.

Baca Juga: Liverpool Bergerak! Lamine Camara Jadi Target Besar Bursa Januari

Baihaki menilai perluasan Bus Trans Jatim penting karena transportasi publik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Selain murah, warga menginginkan moda transportasi yang aman dan nyaman.

"Sebab hukumnya wajib pemerintah menyediakan transportasi umum yang murah, aman, dan nyaman. Dan menurut warga Jatim, Bus Trans Jatim adalah transportasi yang nyaman, aman, dan murah," katanya.

Selain transportasi publik, sektor pendidikan juga mendapatkan penilaian positif. Program beasiswa SMA/SMK swasta bagi warga tidak mampu mencatat tingkat kepuasan sebesar 76,8 persen.

Baca Juga: Newcastle United vs Bournemouth: Prediksi, Susunan Pemain, dan Berita Tim

Meski demikian, masyarakat masih memberikan catatan. Salah satunya terkait potensi pungutan liar di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur.

"Warga juga berharap di sektor pendidikan, Pemprov Jatim terus menekan kasus-kasus pungutan liar (pungli) di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur. Sejauh ini kepuasan warga tinggi terhadap komitmen Khofifah-Emil di sektor pendidikan," ungkap Baihaki.

Sementara itu, program pemutihan pajak kendaraan bermotor juga mendapatkan respons positif. Tingkat kepuasan warga mencapai 77,7 persen.

Baca Juga: Indonesia U-20 Hajar Laos 3-0, Puncaki Grup H! Laga Lawan Australia Jadi Penentu

Namun, ARCI menemukan sejumlah masukan dari masyarakat. Di antaranya terkait ketentuan penghapusan denda serta pelayanan Samsat Corner yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

"Kepuasan warga atas program pemutihan di angka 77,7 persen. Namun, banyak masukan seperti denda pajak yang dihapuskan ternyata hanya berlaku bagi wajib pajak yang telat membayar di atas 1 tahun. Bagi yang telat satu dua bulan, ada temuan wajib pajak masih membayar denda. Selain itu, layanan Samsat Corner perlu ditingkatkan," terangnya.

Untuk program baru seperti Perisai Anak dan KIP Jawara, respons masyarakat juga tergolong positif. Tingkat kepuasan warga terhadap kedua program tersebut mencapai 78,1 persen.

Baca Juga: 644 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan, Gubernur Khofifah Soroti Jam Pengiriman Makanan SPPG

"Sebanyak 78,1 persen warga Jatim puas dengan program Perisai Anak dan KIP Jawara. Harapannya program tersebut terus dijalankan secara konsisten," kata Baihaki.

Di bidang lingkungan, kinerja Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan sampah mendapatkan tingkat kepuasan 81,3 persen.

Sedangkan program ketahanan pangan dan bansos plus mencatat tingkat kepuasan sebesar 79,6 persen.

Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Antusiasme Tinggi, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin

Meski mayoritas program mendapatkan respons positif, persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jatim. Perbaikan jalan provinsi menjadi program dengan tingkat kepuasan paling rendah dalam survei tersebut.

Baihaki mengatakan kepuasan terhadap program perbaikan jalan provinsi oleh Dinas PU Bina Marga Jatim hanya mencapai 48,4 persen, sementara 51,6 persen responden menyatakan tidak puas.

"Perbaikan jalan menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan oleh Pemprov Jatim. Di mana mayoritas responden ingin Pemprov Jatim fokus untuk memperbaiki jalan provinsi di daerah-daerah," tegasnya.

Secara umum, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Khofifah-Emil pada periode kedua kepemimpinannya berada di angka 79,6 persen.

Baca Juga: Sulap Limbah Plastik Pesisir Jadi Eco-Paving, Tim Pengmas Unair Dorong Ekonomi Warga Tambak Wedi

Survei ARCI tersebut dilakukan pada 18–28 Agustus 2026 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Survei melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. ARCI menggunakan metode stratified random sampling. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
pemprov Bus Trans Jatim Gubernur Jatim transportasi program