BPKH Dorong Gen Z Daftar Haji, Jatim Berpotensi Tambah 1,3 Juta Jemaah

Moh. Afik • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 05:56 WIB
Harry Alexander (kiri) bersama Rasmoro Pramono Aji menjelaskan BPKH Apps bisa dimanfaatkan masyarakat termasuk generasi muda (gen-Z) mendaftar haji secara digital dari mana saja dan kapan saja tanpa ribet. Jatim memiliki potensi pendaftar haji yang cukup besar. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)
Harry Alexander (kiri) bersama Rasmoro Pramono Aji menjelaskan BPKH Apps bisa dimanfaatkan masyarakat termasuk generasi muda (gen-Z) mendaftar haji secara digital dari mana saja dan kapan saja tanpa ribet. Jatim memiliki potensi pendaftar haji yang cukup besar. (M. Afiq Firdaus/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendorong generasi muda di Jawa Timur (Jatim) mulai merencanakan pendaftaran haji sejak dini.

Potensi jemaah haji di Jatim dinilai sangat besar dan bisa bertambah hingga sekitar 1,3 juta pendaftar baru.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan, saat ini masyarakat Jatim yang telah mendaftar haji baru sekitar 2 persen dari total penduduk yang mencapai 41 juta jiwa.

Menurut dia, angka tersebut masih berpotensi meningkat. Sebagai perbandingan, persentase masyarakat Sulawesi Selatan yang telah mendaftar haji mencapai sekitar 4 persen dari jumlah penduduk.

"Kalau di Jatim ada tambahan dua persen sehingga menjadi 4 persen yang mendaftar haji, ada potensi sekitar 1,3 juta pendaftar haji baru.

 Sehingga menjadi 2,5 juta pendaftar haji. Itu yang terus kami dorong dan sosialisasikan," ujar Harry, Kamis (3/9).

BPKH Genjot Literasi Haji di Jawa Timur

Harry menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem haji.

Selain jumlah penduduk muslim yang besar, Jatim juga memiliki banyak pondok pesantren serta masyarakat yang memiliki perhatian kuat terhadap kehidupan keagamaan.

Baca Juga: Liverpool Bergerak! Lamine Camara Jadi Target Besar Bursa Januari

Karena itu, BPKH terus meningkatkan sosialisasi mengenai kewajiban menunaikan ibadah haji bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat kemampuan.

Harry mengatakan masih banyak masyarakat yang menunda mendaftar haji karena menganggap ibadah tersebut baru perlu dipersiapkan ketika memasuki usia tua atau masa pensiun.

"Masih ada masyarakat yang belum memahami. Banyak yang menunda nanti kalau sudah tua atau sudah memasuki masa pensiun," katanya.

Sosialisasi dilakukan di berbagai wilayah Jatim, mulai dari Surabaya, kawasan Tapal Kuda, Mataraman, Madura, Gresik, hingga sejumlah daerah lainnya.

Gen Z Didorong Mulai Menabung untuk Haji

BPKH juga menyasar generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung untuk keperluan ibadah haji.

Menurut Harry, sebagian generasi muda sebenarnya memiliki kemampuan untuk mulai mempersiapkan biaya pendaftaran haji. Namun, kebiasaan mengatur pengeluaran masih menjadi tantangan.

"Sekarang kan Generasi Z itu sukanya ngopi di kafe. Sehari bisa dua sampai tiga kali.

Padahal, kalau bisa mengurangi sekali saja dengan asumsi berhemat Rp20 ribu per hari, maka dalam empat tahun sudah bisa dipakai mendaftar haji," ujarnya.

BPKH menggandeng berbagai pihak untuk memperluas edukasi tersebut, termasuk perguruan tinggi, sekolah, dan bank syariah.

Baca Juga: Indonesia U-20 Hajar Laos 3-0, Puncaki Grup H! Laga Lawan Australia Jadi Penentu

BPKH Apps Permudah Pendaftaran Haji

Selain edukasi secara langsung, BPKH memperkuat layanan digital melalui BPKH Apps.

Aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dan layanan terkait haji.

Harry mengatakan BPKH Apps yang diluncurkan pada November 2025 mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga kini, aplikasi tersebut telah diunduh sekitar 200.000 kali.

BPKH menargetkan jumlah pengunduh aplikasi tersebut dapat meningkat hingga 600.000, terutama dari kalangan generasi muda.

"Yang mengunduh aplikasi BPKH Apps tidak hanya dari Indonesia, tetapi banyak generasi muda yang bekerja di luar negeri, seperti di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, dan Amerika Serikat. Mereka bisa daftar haji tanpa harus pulang," kata Harry.

Digitalisasi layanan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan ibadah haji, termasuk memperoleh informasi mengenai jadwal keberangkatan.

Dana Haji Dikelola BPKH Capai Rp189 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Harry juga menjelaskan mengenai pengelolaan dana haji. Saat ini, dana haji yang dikelola BPKH mencapai sekitar Rp189 triliun.

Sekitar 75 persen dana tersebut dikelola dalam bentuk investasi pada berbagai surat berharga, sedangkan 25 persen lainnya ditempatkan di perbankan.

Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Antusiasme Tinggi, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin

Harry mengatakan informasi mengenai hasil pengelolaan dana haji juga dapat diakses melalui BPKH Apps.

"Jemaah haji reguler akan mendapatkan hasil pengelolaan dana haji sebesar Rp4 juta dalam delapan tahun.

Sementara haji akan mendapatkan hasil USD650 dalam empat tahun. Semua bisa dilihat jelas melalui BPKH Apps, termasuk kapan jadwal berangkat haji," ujarnya.

Bank Syariah Perkuat Ekosistem Haji

Sementara itu, Direktur Bisnis PT Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengapresiasi sinergi yang terbangun bersama BPKH.

Menurut Rasmoro, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran perbankan syariah dalam ekosistem haji sekaligus menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi masyarakat.

"Kami melihat potensi perbankan syariah dan industri haji-umrah di Indonesia sangat besar. Potensi tersebut akan semakin optimal apabila seluruh pihak bergerak bersama dalam membangun ekosistem yang kuat," ujar Rasmoro.

Dia mengatakan Bank Mega Syariah juga mendorong generasi muda mempersiapkan ibadah haji melalui kebiasaan menabung.

"Kami juga terus mendorong generasi muda mulai menabung haji melalui Tabungan Gen-Haj. Saat ini, tabungan haji berkontribusi 50 persen dari total tabungan Bank Mega Syariah," katanya.

Dengan penguatan literasi keuangan, layanan digital, dan kolaborasi dengan perbankan syariah, BPKH berharap semakin banyak generasi muda di Jawa Timur yang mulai merencanakan pendaftaran haji sejak usia produktif.(fix) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
BPKH Apps daftar haji Haji Jawa Timur bpkh generasi z