644 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan, Gubernur Khofifah Soroti Jam Pengiriman Makanan SPPG

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:05 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjenguk salah satu pasien korban dugaan keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjenguk salah satu pasien korban dugaan keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan evaluasi dan berbenah untuk mencegah terulangnya kasus dugaan keracunan makanan.

Permintaan tersebut disampaikan Khofifah setelah 644 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo, mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

Khofifah menyoroti waktu pengiriman makanan sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Perbedaan waktu pengiriman dan konsumsi makanan diduga menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan tersebut.

"Ada makanan yang dikirim pukul 11.00 lebih dan dikonsumsi pada pukul 12.30–13.00. Inilah yang kemudian ditemukan ada masalah," kata Khofifah saat mengunjungi pasien korban keracunan yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).

Khofifah Minta SPPG Evaluasi Waktu Pengiriman Makanan

Khofifah menjelaskan SPPG Tanggulangin Kali Tengah tidak hanya melayani Ponpes Manba'ul Hikam.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Minta SPPG Bermasalah Ditindak Tegas

SPPG tersebut juga memasok makanan untuk 18 lembaga pendidikan lainnya di wilayah setempat.

Menurut dia, pada hari kejadian, makanan dari SPPG tersebut selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Sebagian makanan kemudian dikirim pada pukul 07.00 WIB.

Makanan yang dikirim lebih awal tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh penerima sekitar pukul 10.00 WIB dan tidak menimbulkan dampak terhadap 18 lembaga pendidikan lainnya.

Namun, terdapat perbedaan waktu pengiriman untuk Ponpes Manba'ul Hikam. Makanan dikirim setelah pukul 11.00 WIB dan baru dikonsumsi sekitar pukul 12.30–13.00 WIB.

Temuan tersebut, kata Khofifah, telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bahan evaluasi bersama.

"Temuan ini sudah kami laporkan kepada Badan Gizi Nasional agar menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait sehingga kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

27 Santri Masih Dirawat

Khofifah juga menyampaikan perkembangan kondisi para santri yang menjadi korban dugaan keracunan makanan.

Baca Juga: Sulap Limbah Plastik Pesisir Jadi Eco-Paving, Tim Pengmas Unair Dorong Ekonomi Warga Tambak Wedi

Dari total korban yang mendapatkan perawatan, sebanyak 27 santri Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Sebanyak 24 santri di antaranya telah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, tiga santri lainnya masih menjalani observasi.

"Tiga orang lagi menunggu observasi dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah.

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG

Kasus dugaan keracunan makanan tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026). Berdasarkan data yang diperoleh ANTARA, sebanyak 644 santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

Sehari setelah kejadian, Rabu (2/9), BGN menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap operasional SPPG tersebut.

Penghentian sementara itu menjadi bagian dari penanganan dan evaluasi terhadap SPPG yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan makanan tersebut.

Khofifah berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan sehingga kualitas, keamanan, serta ketepatan waktu distribusi makanan dalam program pemenuhan gizi dapat terus ditingkatkan.

Kasus di Sidoarjo tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi seluruh SPPG di Meta deskripsi:

644 santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan makanan. Khofifah meminta SPPG berbenah dan menyoroti waktu pengiriman makanan.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Gubernur Khofifah Indar Parawansa sidoarjo