RADAR SURABAYA – Seleksi Computer Assisted Test (CAT) bagi calon Petugas Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berlangsung di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin (31/8).
Seleksi tersebut menjadi salah satu tahapan untuk menjaring petugas haji yang memiliki kompetensi, integritas, dan karakter kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mahmudi, hadir langsung dalam proses seleksi.
Ia menegaskan bahwa petugas haji memiliki tanggung jawab besar karena tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga mengemban amanah pelayanan kepada jemaah.
“Petugas haji harus memiliki integritas. Jangan sampai amanah yang diberikan justru disalahgunakan.
Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah,” tegas Mahmudi.
Menurut Mahmudi, integritas menjadi fondasi utama bagi setiap petugas PPIH Arab Saudi.
Selain kompetensi, petugas harus mampu menempatkan kepentingan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah sebagai prioritas.
Petugas Kesehatan Dituntut Humanis
Mahmudi secara khusus menyoroti tantangan yang dihadapi calon petugas kesehatan PPIH Arab Saudi.
Baca Juga: Era AI, Kurikulum Pendidikan Diminta Fokus pada Berpikir Kritis dan Kreativitas
Mereka tidak hanya membutuhkan kompetensi medis, tetapi juga harus memiliki kepedulian, kesabaran, empati, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Pasalnya, jemaah haji memiliki kondisi kesehatan, usia, dan kebutuhan yang beragam.
Situasi tersebut menuntut petugas kesehatan mampu memberikan pelayanan secara cepat, tepat, ramah, dan humanis.
“Jemaah memiliki kondisi, usia, dan kebutuhan yang beragam. Karena itu, petugas harus mampu memberikan pelayanan secara cepat, tepat, ramah, dan humanis,
terutama ketika menghadapi jemaah yang membutuhkan penanganan kesehatan maupun pendampingan secara khusus,” ujarnya.
Mahmudi juga meminta seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan menjunjung tinggi kejujuran.
Ia berharap tahapan CAT tidak hanya menghasilkan petugas yang cakap secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.
Pelayanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan
Menurut Mahmudi, keberhasilan seorang petugas haji tidak semata-mata diukur dari kemampuan menyelesaikan tugas.
Hal yang lebih penting adalah sejauh mana keberadaan petugas mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan bantuan kepada jemaah selama menjalankan ibadah.
Baca Juga: Diteriaki Maling, Pelaku Curanmor Dihajar Massa di Jalan Sidotopo Wetan Surabaya
“Layani jemaah dengan hati. Hadir ketika mereka membutuhkan, berikan solusi, dan jangan membedakan pelayanan.
Ukuran keberhasilan petugas bukan hanya bagaimana tugas selesai, tetapi bagaimana jemaah merasa aman, nyaman, dan terbantu selama menjalankan ibadah,” tuturnya.
Ia berharap para peserta mempersiapkan diri secara optimal dan menjadikan proses seleksi tersebut sebagai momentum untuk memulai pengabdian.
Mahmudi pun mengingatkan calon petugas agar selalu menjaga integritas dan meningkatkan profesionalitas ketika nantinya dipercaya menjalankan tugas pelayanan jemaah haji.
“Jadilah petugas yang hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani. Jaga integritas, tingkatkan profesionalitas, dan berikan pelayanan terbaik untuk jemaah,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan