RADAR SURABAYA - Polda Jatim mengajak masyarakat untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap aktivitas anak supaya tidak mudah terprovokasi ikut dalam kegiatan yang berpotensi menjadi kericuhan dan membahayakan keselamatan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.
“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka,” ujarnya, Jumat (28/8).
Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Datangi Polda Jatim, Ngaku Sekali Terima Endorse Arisan Online Fiktif
Abast menjelaskan, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab. Penyampaiana aspirasi tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan ataupun perbuatan lain yang melanggar hukum.
“Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ungkapnya.
Ia menambahkan, anak-anak dan pelajar, masa depan mereka harus menjadi perhatian bersama. Polisi dengan tiga melati di pundak ini mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka.
Baca Juga: Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Peserta Kantongi Hak Suara
"Termasuk memperhatikan informasi maupun ajakan yang diterima anak melalui media sosial. Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya,” sebutnya.
Polda Jatim juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak menjadikan keikutsertaan dalam suatu kegiatan sekadar sebagai bentuk ikut-ikutan.
“Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan,” pesannya.
Baca Juga: Liverpool vs Nottingham Forest: The Reds Diunggulkan, Ini Prediksi Skor dan Susunan Pemain
Kombes Pol Abast menegaskan perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan kepolisian.
"Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya