RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan Singapura
. Fokus kerja sama diarahkan pada peningkatan investasi, perdagangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri dinner reception Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-61 di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (19/8).
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, dan Kepala DPMPTSP Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati.
Investasi Singapura Masuk Tiga Besar di Jawa Timur
Khofifah mengatakan, Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan ucapan selamat kepada negara sahabat.
Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan strategis antara Jawa Timur dan Singapura.
“Pada hari ini kita tidak hanya hadir dalam peringatan kemerdekaan Singapura. Lebih dari itu, ini menjadi momentum penguatan hubungan kerja sama yang telah terjalin cukup lama,” kata Khofifah.
Baca Juga: Wujudkan Transisi Ekonomi Hijau, Kolaborasi Pengabdian UPN "Veteran" Jatim dan ITS di Trenggalek
Ia menyebut Singapura menjadi salah satu negara dengan kontribusi investasi penting bagi Jawa Timur.
Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Timur yang disampaikannya, investasi Singapura ke Jawa Timur pada 2023, 2024, dan 2025 masuk dalam tiga besar negara investor di Jawa Timur.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Singapura.
Menurut Khofifah, hubungan kedua pihak selama ini berkembang secara produktif, terutama pada sektor perdagangan, investasi, dan pengembangan SDM.
Misi Dagang Jatim ke Singapura Cetak Transaksi Rp4,163 Triliun
Salah satu bukti potensi kerja sama ekonomi tersebut terlihat dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur ke Singapura pada November 2025.
Dalam misi dagang tersebut, tercatat transaksi senilai lebih dari Rp4,163 triliun yang berasal dari 21 transaksi.
“Alhamdulillah, saat saya memimpin langsung Misi Dagang Singapura November lalu, kegiatan tersebut sukses dan bernilai fantastis,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, misi dagang menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Timur mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan mitra usaha di Singapura.
Pertemuan tersebut diharapkan mampu memperluas pasar produk unggulan Jawa Timur, meningkatkan perdagangan, sekaligus membuka peluang investasi baru.
Khofifah menilai capaian transaksi tersebut menjadi indikator bahwa potensi hubungan ekonomi Jatim-Singapura masih sangat besar.
Karena itu, kerja sama akan terus didorong melalui pertemuan bisnis, penjajakan investasi, penguatan rantai pasok, serta promosi produk unggulan Jawa Timur.
Baca Juga: AURIS, Timbangan Pintar Bersuara Karya Mahasiswa Unair Bantu Barista Tunanetra Takar Kopi Lebih Pres
“Singapura adalah salah satu mitra penting bagi Jawa Timur. Tentu ini sangat memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing di Jawa Timur,” katanya.
Khofifah Dorong Penguatan SDM Jatim
Selain investasi dan perdagangan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama kerja sama Jawa Timur dengan Singapura.
Khofifah menilai peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi penting agar Jawa Timur mampu memanfaatkan peluang kerja sama di kawasan ASEAN.
Komunikasi antara Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Singapura juga terus diperkuat. Salah satunya melalui pertemuan dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia.
Khofifah menyebut Duta Besar Singapura pernah hadir di Gedung Negara Grahadi dan diterima secara langsung.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama strategis, terutama di bidang pengembangan SDM.
“Dubes Singapura untuk Indonesia juga hadir di Gedung Negara Grahadi dan saya terima langsung. Tentu ini tidak lain merupakan upaya Jawa Timur memperluas kerja sama strategis di bidang sumber daya manusia,” tuturnya.
ASN Jatim Dapat Beasiswa Belajar ke Singapura
Kerja sama pengembangan SDM juga diwujudkan melalui kesempatan bagi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Jawa Timur untuk mendapatkan beasiswa dan belajar di Singapura.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada ASN untuk memperoleh pengalaman serta mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan peningkatan kapasitas SDM.
“ASN Jatim menerima beasiswa belajar dari Singapura. Jawa Timur belajar langsung ke Singapura karena daya saing Singapura peringkat pertama di ASEAN dan posisi kedua dunia. Ini juga kerja sama yang sangat strategis,” ungkap Khofifah.
Baca Juga: HI-SKIL FARM Umsura, Hidroponik Adaptif Bantu Anak Tunagrahita Belajar Mandiri
Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para ASN dapat diterapkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Jawa Timur.
Dengan demikian, kerja sama Jatim-Singapura tidak sekadar menghasilkan pertukaran pengalaman, tetapi juga berdampak pada peningkatan kapasitas aparatur dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jatim Buka Peluang Investasi dari Singapura
Khofifah menegaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perdagangan dan industri nasional.
Posisi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jejaring ekonomi dengan negara mitra, termasuk Singapura.
Menurutnya, penguatan hubungan Jatim-Singapura dapat membuka lebih banyak peluang investasi, memperluas pasar produk Jawa Timur, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan kualitas SDM.
“Hubungan yang baik harus terus diterjemahkan menjadi kerja sama yang konkret.
Jawa Timur terbuka untuk terus membangun kolaborasi dengan Singapura, terutama pada sektor-sektor strategis yang dapat memperkuat daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Khofifah juga menilai hubungan baik Jawa Timur dan Singapura menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam memperkuat persahabatan Indonesia-Singapura.
Ia berharap hubungan tersebut terus berkembang melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum Perkuat Persahabatan Indonesia-Singapura
Peringatan Hari Kemerdekaan Singapura ke-61 juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Khofifah mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya dibangun melalui jalur diplomatik, tetapi juga melalui kerja sama dunia usaha, pendidikan, pengembangan SDM, serta berbagai kolaborasi pembangunan.
“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Singapura ke-61. Semoga Singapura semakin maju, semakin sejahtera, dan persahabatan Indonesia-Singapura, khususnya dengan Jawa Timur, semakin kuat,” pungkasnya.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan