Karhutla Gunung Bromo TNBTS Padam, Posko Resmi Ditutup

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:39 WIB
Konferensi pers penutupan operasi karhutla Gunung Bromo TNBTS di Probolinggo, Selasa (18/8). (ANTARA/HO-BPBD Probolinggo)
Konferensi pers penutupan operasi karhutla Gunung Bromo TNBTS di Probolinggo, Selasa (18/8). (ANTARA/HO-BPBD Probolinggo)

RADAR SURABAYA— Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), resmi berakhir.

Setelah api dinyatakan padam, posko penanganan darurat karhutla ditutup pada Selasa (18/8).

Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan seluruh operasi penanganan karhutla TNBTS berjalan aman, lancar, dan terkendali.

“Hari ini posko penanganan darurat bencana karhutla di wilayah TNBTS resmi kami tutup,” kata Wahyu dalam konferensi pers di Posko Penanganan Darurat Bencana di Probolinggo.

Penanganan karhutla Gunung Bromo melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD Jawa Timur, BPBD empat kabupaten terdampak, Balai Besar TNBTS, BMKG, sukarelawan, masyarakat, hingga media.

Baca Juga: Catat Jadwal dan Lokasinya, Polrestabes Surabaya Laksanakan Pengalihan Arus saat Peringatan Hari Juang Polri

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat tetap akurat.

Luas Karhutla TNBTS Capai 1.121,66 Hektare

Wahyu menyebut luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran mencapai 1.121,66 hektare. Operasi penanganan berlangsung selama 15 hari, mulai 3 hingga 17 Agustus 2026.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi medan yang memiliki tebing terjal menjadi salah satu kendala bagi petugas.

Kabut juga sempat menghambat proses pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.

Selain itu, sebagian kawasan terdampak dipenuhi semak dan ilalang kering. Vegetasi tersebut mudah terbakar kembali apabila masih terdapat bara api.

“Selama penanganan karhutla kami menghadapi tantangan, di antaranya kondisi medan dengan tebing terjal dan kabut yang menghalangi water bombing, serta vegetasi sebagian besar semak ilalang kering yang mudah terbakar ketika terdapat bara api,” ujar Wahyu.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Senjata Baru Hyundai Hillstate, Rival V-League Bisa Ketar-ketir

Menurut dia, pengalaman selama operasi menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS.

Deteksi Dini Titik Api Perlu Diperkuat

Wahyu menilai pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli lapangan. Sistem deteksi dini berbasis teknologi perlu diperkuat untuk mempercepat identifikasi titik api.

Penggunaan CCTV, kamera drone, hingga foto udara dinilai dapat membantu petugas memantau kawasan yang memiliki potensi kebakaran.

“Deteksi dini tidak hanya melakukan patroli, tetapi harus menggunakan peralatan teknologi seperti CCTV, kamera drone, foto udara, sehingga memudahkan untuk mendeteksi dini titik api,” katanya.

Selain penguatan teknologi, masyarakat dan wisatawan juga diminta berperan aktif mencegah kebakaran.

Mereka diimbau menaati aturan selama berada di kawasan TNBTS dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Wahyu mengatakan kemungkinan pemicu kebakaran berasal dari faktor alam relatif kecil.

Karena itu, kewaspadaan manusia menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya titik api baru.

“TNBTS bukan hanya milik lokal atau nasional, tetapi Gunung Bromo menjadi pusat perhatian masyarakat dunia,” ujarnya.

Satu Helikopter Masih Disiagakan

Meski posko darurat resmi ditutup, penanganan di lapangan belum sepenuhnya berhenti.

BPBD Jawa Timur masih menyiagakan satu unit helikopter untuk mendukung upaya pembasahan di sejumlah area.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Kakanwil Kemenag Jatim Ajak Perkuat Solidaritas dan Persatuan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan dari tiga unit helikopter pemadam yang sebelumnya dikerahkan, dua unit telah ditarik.

Sementara itu, satu helikopter tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi bara api di lereng Gunung Bromo.

“Satu unit akan tetap melaksanakan pembasahan dalam satu hingga dua hari ini untuk pencegahan di area lereng maupun area tertentu di kawasan TNBTS,” kata Satriyo.

Pemprov Jatim Siapkan Pemulihan Ekosistem

Pascaoperasi karhutla Gunung Bromo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta sarana dan prasarana penanganan kebakaran.

Langkah pemulihan ekosistem kawasan TNBTS juga menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan kawasan terdampak sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla berikutnya.

Dengan berakhirnya operasi utama dan ditutupnya posko darurat, perhatian selanjutnya diarahkan pada pemantauan pascakebakaran, pencegahan titik api baru, serta pemulihan kawasan Gunung Bromo dan TNBTS.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
Karhutla Gunung Bromo tnbts gunung bromo BPBD Jawa Timur