RADAR SURABAYA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pembangunan di daerah. Untuk memperkuat perspektif mengenai arah pengembangan BPD, Bank Jatim mendorong diskusi melalui bedah buku karya Prof. Muhammad Mas’ud Said MM., Ph.D berjudul Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu (12/8) di Aseec Tower Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Forum ini menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan, peluang, serta strategi penguatan BPD agar semakin resilien, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.
Diskusi dimoderatori oleh Dahlan Iskan dan menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya Prof. Dr. Suparto Wijoyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W. Probojakti.
Sebagai penulis buku, Prof. Mas’ud mengatakan keberadaan BPD sangat penting dalam ekosistem pembangunan daerah.
Menurut dia, BPD tidak cukup hanya memiliki kinerja bisnis yang sehat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.
“BPD harus mampu menjadi institusi yang resilien, kompetitif, sekaligus kontributif. Resilien berarti memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan. Kompetitif berarti mampu bersaing melalui inovasi dan tata kelola yang baik. Sementara kontributif berarti keberadaan BPD harus memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Pengakuan Dua Tersangka Curanmor di Margorukun Surabaya
Prof. Mas’ud menambahkan, penguatan BPD membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, regulator, akademisi, pelaku industri hingga masyarakat. Perubahan lingkungan bisnis serta perkembangan teknologi membuat BPD harus terus melakukan transformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
“Ke depan, BPD perlu membangun kapasitas yang kuat, melakukan transformasi secara berkelanjutan, dan memperkuat kolaborasi. BPD harus mampu membaca perubahan dan menjadikan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Dodit W. Probojakti menilai transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan daya saing BPD. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola, keamanan, inovasi layanan, serta kemampuan bank menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan
“BPD ke depan tidak cukup hanya resilient dalam menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga harus kompetitif dalam memenangkan persaingan dan kontributif dalam memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.
Dodit menjelaskan, perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan mendorong BPD untuk terus berinovasi. Digitalisasi, kata dia, bukan hanya mengenai penyediaan layanan perbankan secara digital, tetapi juga mencakup peningkatan efektivitas proses bisnis, kualitas layanan, hingga pengambilan keputusan yang berbasis data.
Menurutnya, kemampuan BPD dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin dinamis. Karena itu, transformasi perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pemprov Jatim Sediakan 4.000 Undangan Gratis Upacara HUT RI di Grahadi
Buku Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive karya Prof. Mas’ud turut memberikan perspektif mengenai pentingnya memperkuat kapasitas BPD agar mampu menghadapi dinamika sekaligus mempertahankan perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Kegiatan bedah buku tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan sekaligus membuka ruang dialog antara kalangan akademisi dan praktisi mengenai masa depan BPD. Forum ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong BPD yang semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Sebagai salah satu BPD, Bank Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut sejalan dengan peran Bank Jatim sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus penyedia layanan perbankan yang semakin relevan bagi masyarakat dan pelaku usaha. (mus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya