Geber Masjid 2026, 12.161 Masjid di Jatim Bersih-Bersih Bangun Kesadaran Jaga Rumah Ibadah

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:37 WIB
Jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas yang dipimpin langsung oleh Kakanwil Akhmad Sruji Bahtiar. (Humas)
Jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas yang dipimpin langsung oleh Kakanwil Akhmad Sruji Bahtiar. (Humas)

RADAR SURABAYA – Gerakan Bersih-Bersih Masjid atau Geber Masjid 2026 mendapat sambutan luas di Jawa Timur.

Sebanyak 12.161 masjid di Jawa Timur tercatat mengikuti gerakan yang digelar serentak untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah tersebut.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur turut ambil bagian dalam Geber Masjid 2026.

Jajaran Kanwil Kemenag Jatim melaksanakan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang digelar serentak oleh jajaran Kementerian Agama bersama masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan Geber Masjid 2026 dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Pelatihan PPGD BPBD Surabaya: Relawan Diminta Bertindak Tepat, Bukan Sekadar Cepat

Menag: Bersihkan Masjid Berarti Memuliakan Rumah Allah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa rumah ibadah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia.

Selain menjadi tempat beribadah, masjid juga menjadi ruang bagi umat untuk berkomunikasi dengan Tuhan sekaligus membangun kebersihan jiwa.

“Rumah ibadah adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan beribadah di rumah ibadah, pikiran yang bengkok menjadi lurus dan hati yang kotor menjadi bersih,” tutur Nasaruddin, Selasa (11/8).

Menurut Nasaruddin, kegiatan bersih-bersih masjid tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan fisik.

Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya memuliakan rumah Allah.

“Kalau kita membersihkan masjid, sama saja kita membersihkan rumah Allah,” tegasnya.

Kemenag Jatim Dorong Masjid Semakin Nyaman dan Makmur

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, bersama jajaran mengikuti pembukaan Geber Masjid 2026 secara virtual.

Baca Juga: Mangkunegara X Bagikan Strategi Kepemimpinan, Pimpinan Kampus Belajar Jaga Tradisi di Era AI

Bahtiar menilai gerakan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan rumah ibadah.

Menurutnya, kebersihan masjid menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan tempat ibadah yang nyaman sekaligus mendorong masyarakat mencintai dan memakmurkan masjid.

“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat beribadah, belajar, bersilaturahmi, dan membangun kehidupan sosial keagamaan.

Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid merupakan bentuk kepedulian kita terhadap rumah ibadah sekaligus bagian dari upaya memakmurkannya,” ujar Bahtiar.

Ia menilai semangat gotong royong yang dibangun melalui Geber Masjid sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan yang perlu terus dirawat di tengah masyarakat.

“Geber Masjid menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Kita ingin gerakan ini tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi menjadi kesadaran bersama untuk terus menjaga kebersihan, merawat, dan memakmurkan masjid secara berkelanjutan,” tuturnya.

Bahtiar juga mengapresiasi keterlibatan jajaran Kemenag Jatim dan masyarakat dalam gerakan tersebut.

Ia berharap masjid-masjid di Jawa Timur semakin bersih dan nyaman serta mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat ibadah, pembinaan, dan pemberdayaan umat.

12.161 Masjid di Jawa Timur Ikut Geber Masjid 2026

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah masjid yang berpartisipasi dalam Geber Masjid 2026 di Jawa Timur.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, sebanyak 12.161 masjid di Jawa Timur tercatat mengikuti kegiatan tersebut.

Jumlah itu menunjukkan besarnya dukungan masyarakat dan pengurus masjid terhadap gerakan menjaga kebersihan rumah ibadah.

Partisipasi ribuan masjid tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan masjid.

Lebih dari itu, Geber Masjid diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Geber Masjid Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Munir, menegaskan bahwa Geber Masjid 2026 merupakan momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah.

Baca Juga: Ditpolairud Polda Jatim Sudah Sita Dokumen Penting dan Periksa 7 Saksi Terkait Kasus KMP Mutiara Sentosa 

“Geber Masjid bukan sekadar membersihkan bangunan, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selain menggelar aksi bersih-bersih, Kementerian Agama juga mendorong pendataan partisipasi Geber Masjid melalui SIMAS.

Masjid yang mengikuti gerakan tersebut dapat melakukan pendataan sesuai dengan mekanisme yang telah disiapkan Kementerian Agama.

 Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid 2026.

Geber Masjid 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi momentum menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui aksi nyata di lingkungan rumah ibadah.

Dengan melibatkan ribuan masjid di Jawa Timur, Geber Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan, merawat, dan memakmurkan rumah ibadah.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
geber masjid 2026 kemenag jatim masjid bersih-bersih