Kebakaran Bromo Mulai Padam, 742 Hektare Terdampak dan Petugas Fokus Pendinginan

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Petugas terus berupaya memadamkan api kebakaran. (BPBD Jatim)
Petugas terus berupaya memadamkan api kebakaran. (BPBD Jatim)

RADAR SURABAYA – Kebakaran di kawasan sabana Gunung Bromo, Jawa Timur, mulai berangsur padam.

Tim gabungan kini memfokuskan penanganan pada proses pendinginan di dua titik yang masih terdapat asap dan titik api kecil.

Dua lokasi yang menjadi fokus petugas berada di kawasan P30 (Pundak Lembu), Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta Lembah Dingklik, Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Danrem 083/Bdj selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, dua titik tersebut merupakan rembetan dari kebakaran sebelumnya.

Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Dua unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing guna menjangkau titik api yang sulit diakses petugas di lapangan.

Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas belum menghentikan operasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Baca Juga: MICE dan Pariwisata Terintegrasi, Strategi Pemkot Surabaya Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Medan Terjal Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran Bromo

Wahyu mengatakan, proses pemadaman kebakaran Bromo menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan cuaca.

Titik api yang berada di lereng dengan kemiringan ekstrem menjadi salah satu lokasi yang sulit dijangkau petugas darat.

"Titik api yang ada di lereng itu yang sulit dipadamkan. Kalau yang lokasinya datar sudah ditangani langsung," tuturnya, Senin (10/8), sebagaimana dilansir Radar Bromo (Jawa Pos Group).

Untuk mempercepat proses pemadaman, dua helikopter kembali dioperasikan untuk melakukan water bombing pada Senin (10/8).

Namun, operasi udara sempat terkendala kabut tebal. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang turun drastis dari sekitar 5–7 kilometer menjadi hanya 500 meter hingga 1 kilometer.

"Kabut bisa membatasi manuver heli. Di P30 saja tadi kesulitan karena kabut. Harusnya tadi pagi sudah selesai semua.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Selasa 11 Agustus 2026: Cerah Seharian, Suhu Capai 32 Derajat Celsius

Namun, karena faktor alam, kami hanya bisa melakukan dua sortie atau sembilan run," jelas Wahyu.

Pengambilan Air untuk Water Bombing Dipindahkan

Selain kabut, petugas juga menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan air untuk operasi water bombing.

Pada musim kemarau, kondisi Ranu Pani menjadi lebih dangkal. Karena itu, tim memindahkan lokasi pengambilan air ke Ranu Kumbolo.

Wahyu menargetkan proses pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan secepat mungkin. Menurut dia, pendinginan tetap diperlukan meski api utama sudah padam.

"Karena faktor alam, jadi masih ada asap. Ini harus langsung kami pastikan ke titik tersebut. Kendalanya juga ada di kelerengan yang kemiringannya mencapai 70 sampai 80 derajat," ujarnya.

742 Hektare Kawasan TNBTS Terdampak Kebakaran

Kebakaran Bromo tercatat berdampak pada sekitar 742 hektare kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dari luasan tersebut, Wahyu memperkirakan titik api aktif yang masih tersisa hanya sekitar 10 persen. Titik tersebut berada di kawasan P30 dan Lembah Dingklik.

Untuk mencegah munculnya kembali kebakaran, petugas masih disiagakan selama 24 jam di kawasan Bromo.

Patroli dilakukan secara rutin melalui jalur darat. Petugas juga menggunakan drone untuk memantau area yang sulit dijangkau secara langsung.

"Tapi kami tetap waspada dan siaga. Patroli darat dan menggunakan drone tetap kami lakukan. Sebab, kadang masih ada titik api yang ada di bawah dan bisa saja menyala lagi," kata Wahyu.

Aktivitas Wisata Gunung Bromo Menunggu Kondisi Aman

Petugas memastikan proses penanganan kebakaran akan terus dilakukan sampai kawasan Gunung Bromo benar-benar dinyatakan aman.

Setelah kondisi terkendali dan tidak ditemukan lagi potensi kebakaran, aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo diharapkan dapat kembali dibuka.

Untuk sementara, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat kondisi kemarau dan medan kawasan Bromo yang cukup terjal.

Pemantauan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Meta deskripsi: Kebakaran Bromo mulai padam setelah berdampak pada sekitar 742 hektare kawasan TNBTS. Petugas fokus pendinginan di P30 dan Lembah Dingklik.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Radar Bromo
tnbts kebakaran bromo gunung bromo sabana