Rektor Unej Ingatkan Mahasiswa Baru Jangan Bergantung pada AI

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:41 WIB
Rektor Unej lwan Taruna melantik
secara simbolis mahasiswa baru dalam
pembukaan PKKMB 2026 di Stadion
kampus setempat, Sabtu (8/8).(ANTARA/HO-Humas Unej)
Rektor Unej lwan Taruna melantik secara simbolis mahasiswa baru dalam pembukaan PKKMB 2026 di Stadion kampus setempat, Sabtu (8/8).(ANTARA/HO-Humas Unej)

RADAR SURABAYA – Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menyerahkan proses berpikir kepada kecerdasan artifisial

atau artificial intelligence (AI) di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Pesan tersebut disampaikan Iwan saat melantik ribuan mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Stadion Kampus Unej, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/8).

"Saya mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menyerahkan proses berpikir kepada teknologi," kata Iwan.

Menurut Iwan, keberadaan AI memberikan banyak manfaat, termasuk membantu proses pembelajaran dan pencarian informasi. Namun, mahasiswa tetap harus menjadi pihak yang mengendalikan teknologi tersebut.

"Kita hidup di era digital dan AI ada di sekitar kita. Namun, AI tidak dapat menggantikan manusia sehingga kita yang harus mengendalikannya.

Baca Juga: BI Jatim dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Rupiah di Kepulauan Sumenep Lewat ERB 2026

Gunakan teknologi untuk memperkuat kecerdasan, bukan menggantikan proses berpikir," ujarnya.

Mahasiswa Unej Diminta Perkuat Kemampuan Berpikir Kritis

Iwan menilai kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu bekal penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan dan dunia kerja.

Karena itu, mahasiswa baru Unej tidak hanya diharapkan mengejar pencapaian akademik dan gelar pendidikan.

Mereka juga didorong untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan secara mandiri, serta menggunakan teknologi secara bijak.

"Menjadi mahasiswa tidak hanya untuk masuk ke ruang kuliah, tetapi menjadikan kampus sebagai tempat membentuk cara berpikir kritis, belajar mengambil keputusan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurut dia, lingkungan perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter.

Baca Juga: Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Catat Syaratnya untuk Mahasiswa PTN di Indonesia

Penguatan karakter tersebut mencakup kejujuran, integritas, disiplin, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Nilai-nilai itu dinilai penting untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Unej Terima 9.857 Mahasiswa Baru

Pada 2026, Universitas Jember menerima 9.857 mahasiswa baru dari total 68.642 pendaftar melalui berbagai jalur penerimaan.

Rinciannya, sebanyak 3.327 mahasiswa diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 3.643 mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 2.314 mahasiswa melalui Seleksi Mandiri Mahasiswa Baru (SEMMABA).

Selain itu, Unej menerima 604 mahasiswa Program Pascasarjana dan 58 mahasiswa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Unej juga menerima 11 mahasiswa afirmasi dan 10 mahasiswa asing. Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang tersebut turut menambah keberagaman di lingkungan kampus.

Dengan jumlah mahasiswa baru tersebut, Unej mendorong kehidupan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk membentuk pola pikir, karakter, dan kepedulian sosial mahasiswa.

Pesan Rektor Unej mengenai penggunaan AI menjadi relevan di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.

AI dapat menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi kemampuan manusia untuk berpikir kritis, menilai informasi, dan mengambil keputusan tetap harus menjadi bagian utama dalam proses pendidikan.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
iwan taruna universitas jember mahasiswa baru unej