RADAR SURABAYA – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat kualitas pendidikan agama di sekolah melalui peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Di Jawa Timur, sebanyak 31.863 Guru PAI menjadi sasaran pembinaan berkelanjutan untuk mendukung transformasi pembelajaran berbasis karakter, literasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Program Prioritas Kementerian Agama serta Tujuh Peta Jalan Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menempatkan guru sebagai
aktor utama dalam mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Moh. Amak Burhanudin, mengatakan Jawa Timur memiliki 31.863 Guru PAI yang melayani lebih dari 8,1 juta peserta didik.
Baca Juga: Wagub Emil Dorong Talenta Muda Perkuat Ekosistem UMKM dan Industri Kreatif di Idea Fest 2026
Menurutnya, besarnya jumlah tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar guru mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
"Guru PAI harus menjadi agen perubahan di sekolah. Tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter peserta didik, menguatkan moderasi beragama,
menumbuhkan budaya religius, meningkatkan literasi Al-Qur'an, serta mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran," ujarnya, Jumat (7/8).
Amak menjelaskan, Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur terus menjalankan berbagai program strategis.
Program tersebut meliputi Sekolah Moderasi Beragama (SMB), penguatan budaya religius di sekolah, implementasi kurikulum berbasis cinta, penguatan literasi Al-Qur'an, digitalisasi pembelajaran, optimalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), hingga pengembangan kreativitas dan inovasi guru.
Menurutnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan agama yang berkualitas, inklusif, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
Sementara itu, Instruktur Kurikulum PAI Direktorat PAI Kementerian Agama RI, Muhammad Ghozali, memaparkan penyempurnaan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti yang mulai diterapkan dalam Buku Teks Utama.
Baca Juga: Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambah Seleksi TNI, Polri, dan Perguruan Tinggi
Penyempurnaan tersebut merupakan hasil kajian nasional untuk memperkuat literasi Al-Qur'an, pendidikan karakter, moderasi beragama, kepedulian terhadap lingkungan, serta penyelarasan materi dengan program prioritas Kementerian Agama.
"Kompetensi dirumuskan lebih jelas dengan penekanan pada kemampuan membaca ayat suci, pembentukan karakter, serta pengamalan nilai-nilai cinta kepada Allah Swt., sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan negara," katanya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kementerian Agama berharap Guru PAI mampu mengimplementasikan kurikulum terbaru secara efektif.
Langkah tersebut diharapkan melahirkan generasi yang religius, moderat, berkarakter, memiliki kemampuan literasi yang kuat, serta siap menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penguatan kompetensi guru dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan agama yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan