RADAR SURABAYA - Sertifikat Pramuka Garuda dipastikan dapat menjadi salah satu syarat khusus dalam proses seleksi penerimaan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), hingga perguruan tinggi. Kebijakan yang dikeluarkan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka itu diharapkan mendorong generasi muda lebih aktif mengikuti pendidikan kepramukaan sekaligus memperkuat pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, penghargaan bagi Pramuka Garuda merupakan bentuk apresiasi kepada anggota yang telah melalui proses pembinaan karakter, mental, fisik, kepemimpinan, serta pengabdian.
Baca Juga: Solusi untuk Berbagai Kendala di Jalan, Dari Ban Bocor hingga Mobil Mogok
"Kami sebagai keluarga besar Pramuka Jawa Timur sangat mengapresiasi langkah Kwartir Nasional yang telah memberikan ruang kompetisi yang positif. Ketika adik-adik yang terpilih sebagai Pramuka Garuda mendapatkan reward berupa kesempatan menjadi prajurit TNI maupun Bhayangkara, tentu ini informasi yang sangat menggembirakan," ujar Arum usai pelepasan Kontingen Jambore Nasional XII di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8).
Pramuka Garuda merupakan penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota yang memenuhi berbagai persyaratan kecakapan umum, kecakapan khusus, kepemimpinan, serta pengabdian sesuai jenjang kepramukaan.
Arum menjelaskan, Jawa Timur telah lebih dahulu membuka akses bagi anggota Pramuka berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui kerja sama dengan sejumlah kampus. Kwarda Jatim telah bermitra dengan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Menurutnya, di Unusa tersedia perhatian khusus bagi kader Pramuka yang ingin menempuh pendidikan kedokteran. Sementara di Unesa, anggota Pramuka yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh prioritas penerimaan berdasarkan rekomendasi Kwarda Jatim.
Selain itu, Kwarda Jatim juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Universitas Republik Indonesia untuk mendukung program Pramuka Produktif di bidang pertanian. Melalui program tersebut, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga penguatan kompetensi akademik di sektor pertanian.
Baca Juga: Pelaku Gendam Sasar Anak Pulang Sekolah, HP Pelajar SMP di Surabaya Raib
Arum berharap berbagai bentuk penghargaan tersebut dapat meningkatkan minat generasi muda mengikuti pendidikan kepramukaan. Menurutnya, Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, serta kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Kwarda Jatim juga melepas 1.537 anggota kontingen menuju Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, yang akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026.
Kontingen yang dilepas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur itu terdiri atas Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus, pembina Pramuka, hingga jajaran pimpinan kontingen.
Selama Jambore Nasional XII, Jawa Timur juga akan menghadirkan Anjungan Jatim yang menampilkan potensi budaya, pariwisata, produk kreatif, serta berbagai inovasi pendidikan kepramukaan.
Arum berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Jawa Timur sekaligus menunjukkan nilai-nilai kepramukaan selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.
"Jangan hanya meninggalkan jejak kaki di Bumi Perkemahan, tetapi tinggalkanlah jejak akhlak, persaudaraan, prestasi, dan pengabdian di hati seluruh Pramuka Indonesia. Karena Pramuka hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan," pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek