Kemenag Luncurkan 90 Buku Digital PAI Gratis, Literasi Madrasah Makin Kuat

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan 90 buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Seluruh buku tersedia dalam format digital dan dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Kementerian Agama sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas literasi di lingkungan madrasah.

Sebanyak 90 buku tersebut terdiri atas 58 Buku Teks Utama (BTU) yang mencakup mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab untuk jenjang MI, MTs, dan MA.

Selain itu, tersedia pula 32 buku khusus bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK) dengan materi yang lebih mendalam.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan penyusunan buku-buku tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.

Proses penyusunannya dilakukan melalui tahapan yang ketat, mulai dari seleksi penulis, penelaahan, penilaian, hingga pengawasan dengan melibatkan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan.

"Kami telah menyiapkan 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Seluruhnya dapat diunduh secara gratis melalui situs web Kementerian Agama," ujar Amien, Rabu (5/8).

Menurutnya, penyediaan buku digital ini bertujuan memudahkan akses bagi guru dan siswa madrasah sekaligus memperkuat budaya literasi.

Seluruh materi disajikan dalam format digital yang lebih efisien, mudah diakses, dan disusun sesuai enam fase pembelajaran dari jenjang awal hingga akhir pendidikan madrasah.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan penerbitan buku tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025.

Materi pembelajaran dirancang berdasarkan Kurikulum Berbasis Cinta yang mengusung nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri sendiri dan sesama, serta cinta tanah air.

"Materi ajar BTU dikemas dengan pendekatan yang mudah dipahami untuk membentuk karakter dan moral yang kuat. Murid madrasah tidak hanya dibekali pengetahuan,

tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berpikir, bersikap, dan bertindak secara moderat," kata Nyayu.

Ia menjelaskan, nilai moderasi tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, tidak merasa paling benar, menolak segala bentuk kekerasan, serta menghargai keberagaman budaya lokal.

Untuk jenjang MI, materi disajikan secara interaktif agar mudah dipahami peserta didik. Adapun pada jenjang MTs dan MA, materi dikembangkan dengan pendekatan analitis sehingga mampu membekali siswa menghadapi tantangan zaman.

Nyayu menambahkan, buku-buku tersebut bersifat dinamis dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak agar dapat terus disempurnakan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan.

Khusus bagi siswa Program Keagamaan, materi disusun lebih komprehensif, meliputi kajian teologi dari berbagai perspektif, perbandingan mazhab, hingga penguasaan bahasa Arab tingkat lanjut.

Dengan hadirnya 90 buku digital ini, Kemenag berharap kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat, sekaligus melahirkan generasi yang literat, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama.(rmt) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Pendidikan Agama Islam Madrasah kemenag buku digital