Kebakaran Hutan di Bromo, Tiga Jalur Wisata Ditutup hingga Batas Waktu Belum Ditentukan

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:48 WIB
Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8). (ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS)
Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8). (ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS)

RADAR SURABAYA – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara tiga akses wisata menuju Gunung Bromo setelah terjadi kebakaran hutan di Blok Bantengan, Senin (3/8).

Penutupan dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus menjamin keselamatan wisatawan.

Tiga jalur yang ditutup meliputi pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan akses merupakan langkah antisipatif agar petugas dapat fokus menangani kebakaran tanpa terganggu aktivitas wisata.

Baca Juga: Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2, Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Evaluasi Total dan Bantuan Maksimal untuk Korban

"Untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro ditutup untuk pengunjung," ujarnya.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran hutan di Blok Bantengan mulai terdeteksi sekitar pukul 17.00 WIB.

Hingga Senin malam, petugas masih berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lain di kawasan konservasi.

Wisata Bromo Masih Dibuka Lewat Dua Jalur

Meski tiga akses ditutup, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Gunung Bromo melalui Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Namun, aktivitas wisata dibatasi. Pengunjung hanya diperbolehkan menikmati kawasan hingga Lautan Pasir, sedangkan akses menuju Savana Bromo ditutup demi alasan keselamatan.

TNBTS mengimbau seluruh wisatawan, masyarakat, maupun pelaku jasa wisata untuk mematuhi aturan yang berlaku selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Baca Juga: Rumah Rakyat Digenjot, Menteri PKP Targetkan Jatim Naik Kelas dalam Program Bedah Rumah dan Subsidi Hunian

"Perhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," kata Rudijanta.

Luas Area Terbakar Masih Didata

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran.

Menurutnya, seluruh personel saat ini masih memprioritaskan proses pemadaman. Penghitungan luas area yang terbakar baru akan dilakukan setelah api benar-benar padam dan lokasi dinyatakan aman.

"Saat ini tim masih fokus pada proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, tim akan melakukan pengukuran untuk mengetahui luas area yang terdampak," ujar Endrip.

Pihak TNBTS mengimbau wisatawan untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan kondisi kebakaran dan status pembukaan jalur wisata sebelum merencanakan perjalanan ke Gunung Bromo.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
tnbts gunung bromo Jawa Timur kebakaran hutan Wisata Bromo