RADAR SURABAYA - Tim DVI Polda Jatim berhasil mengidentifikasi lima kantong jenazah korban terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep Madura, Minggu (2/8).
Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edi mengatakan, terkait dengan terbakarnya kapal penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Tim DVI Polda Jatim menerima lima kantong jenazah yang ditemukan pada Minggu 2 Agustus sampai Senin 3 Agustus 2026.
"Jadi Tim DVI menerima 5 kantong jenazah yang diserahkan kepada Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya kemudian dilakukam identifikasi dan alhamdulillah kelimanya berhasil diidentifikasi," ujarnya di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (3/8).
Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Tidak Takut Melapor ke Satgas Anti-Premanisme jika Diancam atau Intimidasi
Identitas Lima Korban Meninggal KMP Mutiara Sentosa
Kelima jenazah itu jenazah nomor Dokkes Jatim Sumenep B 001 terdiri dari satu individu dan dapat diidentifikasi atas nama Sri Indratmo Wijaya, laki-laki, 47 tahun, berdasarkan data primer berupa sidik jari, data sekunder berupa gigi, kemudian medis, dan properti atau barang kepemilikan. Didapatkan dengan alamat Dukuh Lungguh, Mojoagung, Pucakwangi, Pati, Jawa Tengah. Tinggal di Jalan Banyu Urip, Surabaya.
Jenazah nomor Dokkes Jatim Sumenep B 002 terdiri dari 1 individu dan dapat diidentifikasi atas nama Siti Fatimah, jenis kelamin perempuan,57 tahun, berdasarkan data primer berupa sidik jari, data sekunder berupa gigi, medis, visual, dan properti atau barang kepemilikan, dengan alamat Jalan Sultan Abdullah 2, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Jenazah Nomor Dokkes Jatim Sumenep B003 terdiri dari 1 individu dan dapat diidentifikasi atas nama Sari Sukoco, jenis kelamin laki-laki, usia kurang lebih 39 tahun, berdasarkan data primer berupa sidik jari dan gigi, kemudian data sekunder berupa medis, visual, kemudian properti kepemilikan, dengan alamat Jalan Kawi, Sidorejo, Kauman, Tulungagung, Jawa Timur.
Jenazah Nomor Dokkes jatim Sumenep B 004 terdiri dari satu individu dan dapat diidentifikasi atas nama Rino Eka Putra, laki-laki, usia kurang lebih 48 tahun, berdasarkan data primer berupa sidik jari, kemudian data sekunder berupa medis dan visual, dengan alamat Kampung Dalam Nomor 84, Jorong Tengah, Koto Sungai Pua, Agam, Sumatra Barat.
Jenazah Nomor Dokkes Jatim Sumenep B005 terdiri dari satu individu dan dapat diidentifikasi atas nama Yedi Hendrawan, 63 tahun, laki-laki, berdasarkan data primer berupa sidik jari, data sekunder berupa gigi, kemudian medis, dan visual, dengan alamat Keruing, Selat Dalam, Kapuas, Kalimantan Tengah.
"Sampai dengan hari ini, tim gabungan yang kami sebutkan tadi telah berhasil mengidentifikasi dari keseluruhan 5 kantong jenazah yang diserahkan kepada kami. Saat ini operasi DVI tetap masih berjalan sampai dengan ditentukan selesai oleh Basarnas atau BPBD," terangnya.
Baca Juga: Gubernur dan Kapolda Jatim Temui Korban KMP Mutiara Sentosa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Ia menambahkan,bagi keluarga, masyarakat yang kehilangan, yang akan memberikan data dipersilakan untuk memberikan informasi terkait dengan penumpang-penumpang Kapal Mutiara Sentosa II ke nomor handphone 08590447911.
"Hasil pemeriksaan rata-rata korban meninggal karena ada yang sesak napas karena asap kemudian lompat. Kesadaran tidak bagus sehingga tenggelam. Kedua ada yang baik-baik saja lompat kemudian mungkin tidak bisa renang atau tidak bisa menjaga diri lemas banyak minum air laut. Jadi tidak ada korban yang meninggal karena luka bakar," tuturnya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengungkapkan, terkait terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 Polda Jawa Timur maupun Polres di jajaran khususnya wilayah Pulau Madura telah bekerja sama tentunya dengan stakeholder terkait, termasuk juga dengan Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Dorong Program 3 Juta Rumah dan Ekonomi Kerakyatan
"Dalam hal ini telah membuka ada kurang lebih empat posko darurat maupun Pos DVI. Yaitu yang pertama di Rumah Sakit Umum Daerah Sumenep, di Pelabuhan Kalianget Sumenep, lalu kami juga membuka di Pelabuhan Tanjung Perak, dan yang terakhir Posko DVI dibuka di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya