Kurikulum hingga Perlindungan Anak, Unesa Paparkan Rekomendasi Penguatan Sekolah Rakyat

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 05:38 WIB
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, bersama Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko, saat membahas penguatan program Sekolah Rakyat di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, bersama Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko, saat membahas penguatan program Sekolah Rakyat di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

RADAR SURABAYA – Program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah kini memasuki tahap penguatan kualitas layanan pendidikan.

Pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, sistem pengasuhan, hingga perlindungan anak menjadi fokus utama agar program ini mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar berhenti pada penandatanganan dokumen.

"Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan dampak. Jangan hanya berhenti pada tanda tangan perjanjian, tetapi harus ada pelaksanaan yang jelas, termasuk pelatihan, pendampingan, dan evaluasi," ujarnya, Minggu (2/8).

Menurut Robben Riko, perluasan akses pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.

Baca Juga: Penumpang Selamat KMP Mutiara Sentosa Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Begini Kesaksian Korban

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyatakan dukungannya terhadap sinergi tersebut.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang berorientasi pada penyediaan pendidikan inklusif dan berkualitas sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem.

"Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah sehingga perlu dikawal bersama.

 Unesa sejak awal mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk memastikan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Unesa juga memaparkan hasil kajian akademik mengenai implementasi Sekolah Rakyat.

Meski pengintegrasian pendidikan karakter telah berjalan dengan baik, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar program semakin adaptif, efektif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Cerita Teman Korban di Surabaya, Tiga Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Selamat saat Kebakaran Pilih Terjun ke Laut

Direktur Unesa Smart Sustainability Campus (USSC), Pradini Puspitaningayu, menjelaskan bahwa kajian tersebut merekomendasikan penguatan kurikulum yang lebih kontekstual, penerapan sistem multi-entry multi-exit,

pengelolaan kehidupan asrama, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental, serta sistem penjaminan mutu sebagai fondasi pengembangan program.

"Sekolah Rakyat membutuhkan penguatan aspek kurikulum yang adaptif sesuai konteks sosial peserta didik.

Penguatan sistem penjaminan mutu, pelatihan sumber daya manusia, dan mekanisme perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan ke depan," jelasnya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh luasnya akses pendidikan, tetapi juga kualitas ekosistem pembelajaran yang dibangun.

Sinergi antara Kemensos dan Unesa diharapkan mampu memperkuat mutu program sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
perlindungan anak UNESA Sekolah Rakyat pendidikan kemensos