Warga Keluhkan RTLH, Beasiswa hingga Kredit Murah, Pranaya Yudha Siap Kawal Aspirasi ke Pemprov Jatim

Mus Purmadani • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:59 WIB
Anggota DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika
Anggota DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika

RADAR SURABAYA – Persoalan rumah tidak layak huni (RTLH), beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu, hingga akses kredit berbunga rendah menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika, dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV.

Aspirasi tersebut muncul dalam berbagai kegiatan serap aspirasi yang digelar di wilayah dapilnya.

Baca Juga: Tutup Pengembangan Kepramukaan Tiga Zona, Kwarda Pramuka Jawa Timur Lepas Kontingen Jambore Malaysia dan Rencanakan Pugar 100 RTLH di Tahun 2025

Menurut anggota Komisi C ini, kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan kesejahteraan keluarga melalui bantuan perumahan, pendidikan, dan akses permodalan usaha.

Aspirasi pertama yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah permohonan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Baca Juga: Jatim Masih Punya Tanggungan 100 Ribu Unit RTLH

Banyak warga berharap pemerintah provinsi dapat menambah kuota bantuan RTLH sehingga keluarga berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

"Masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Program RTLH harus terus diperkuat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat," ujar Politisi Partai Golkar ini, Sabtu (1/8). 

Baca Juga: Pemprov Jawa Timur Usulkan 2.100 Formasi CPNS, Seleksi Diprediksi Akhir Tahun 2026

Selain perbaikan rumah, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian serius warga. Banyak orang tua mengeluhkan tingginya biaya pendidikan, terutama bagi siswa SMA dari keluarga kurang mampu yang tidak seluruhnya dapat mengakses sekolah negeri.

Karena itu, masyarakat meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas program beasiswa bagi pelajar kurang mampu agar tidak ada anak yang terpaksa berhenti sekolah karena alasan ekonomi.

Aspirasi mengenai perlunya dukungan beasiswa bagi siswa SMA juga menjadi perhatian dalam pembahasan di DPRD Jatim. 

Yudha menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya.

"Beasiswa harus benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan sehingga anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMA," katanya.

Persoalan lain yang banyak dikeluhkan masyarakat adalah sulitnya memperoleh akses pembiayaan usaha dengan bunga ringan.

Warga berharap tersedia kembali program kredit murah untuk mendukung pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya.

Keluhan tersebut muncul karena pada tahun ini program Prokesra tidak membuka pendaftaran baru sehingga banyak pelaku UMKM yang sebelumnya berharap memperoleh fasilitas pembiayaan menjadi belum bisa mengakses bantuan modal.

Menurut Pranaya, kebutuhan modal usaha dengan bunga rendah sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

"Aspirasi ini akan kami kawal dan sampaikan kepada pemerintah provinsi agar menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan maupun program ke depan. Harapannya masyarakat tetap memiliki akses terhadap pembiayaan yang ringan untuk mengembangkan usaha mereka," tegasnya.

Pranaya menambahkan, seluruh aspirasi yang diterima selama kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur agar dapat diwujudkan melalui program pemerintah daerah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.

Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemprov Jatim mampu menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (mus/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
tidak layak huni rumah rtlh jatim dprd