Polda Jatim Tangkap Hacker, Bobol Website Kampus dan Pemerintahan untuk Promosi Judi

M. Mahrus • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:55 WIB
BARANG BUKTI: Ditsiber Polda Jatim menunjukkan beberapa bukti website kampus dan pemerintah yang dibobol tersangka hacker.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BARANG BUKTI: Ditsiber Polda Jatim menunjukkan beberapa bukti website kampus dan pemerintah yang dibobol tersangka hacker.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polda Jatim membongkar kasus peretasan website kampus dan sekolah yang disusupi promosi situs judi online di Jawa Timur. Tersangka AAK alias Adjani warga Demak, Jawa Tengah.

Dalam aksinya, tersangka telah meretas sebanyak 1.830 website luar negeri dan dalam negeri sejak tahun 2023. Untuk website di dalam negeri yang diretas rata-rata website universitas, sekolah, website swasta dan milik pemerintah.

Dirresiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, terungkapnya kasus bermula dari patroli siber Ditressiber Polda Jatim menemukan akun telegram dengan nama S-X Markets yang menawarkan jasa menaikkan rating website. 

Baca Juga: Dua Oknum Pegawai Pemkot Surabaya Terlibat Pungli PKL Tugu Pahlawan, Wali Kota Eri Langsung Sanksi Berat

Di dalam postingan tersebut menampilkan adanya transaksi pembelian website sekolah, swasta dan luar negeri. Setelah dilakukan pengecekan dan pendalaman, anggota Subdit II Siber menangkap tersangka AAK pemilik akun telegram tersebut di Demak Jawa Tengah Selasa 21 Juli 2026.

"Tersangka melakukan peretasan atau meguasai akun yang memang targetnya adalah akun-akun milik sekolah atau universitas," ujarnya, Kamis (30/7).

Bimo menjelaskan, modus tersangka memanfaatkan celah kelemahan pada website milik orang lain, yayasan, sekolah dan peguruan tinggi. Kemudian mengunggah file yang menyebabkan website target mengalami kerusakan pada sistem keamanan.

Baca Juga: Empat Tahun, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Laksanakan 469 Kasus RJ

"Rusaknya sistem keamanan tersebut maka lalu lintas internet dicuri dan dikuasai oleh tersangka," terangnya. 

Usai dicuri, tersangka menjual data tersebut ke dalam forum jual beli facebook dan di telegram S-X Markets yang rata-rata diperuntukkan untuk menaikkan rating website bermuatan perjudian. "Adapun salah satu korban Universitas PGRI Madiun. Kalau kita klik website Universtias PGRI Madiun yang keluar sub domain promosi perjudian," bebernya. 

Baca Juga: Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional

Kombes Bimo menegaskan, untuk sekolah di Jatim yang diretas diantaranya MA Babusalam Jombang, SMKN 1 Ngawi dan Universitas PGRI Madiun. Selain meretas website lembaga pendidikan di Jatim, tersangka meretas website sekolah di Jateng, Jabar, Banten, DIY, Kepulauan Riau Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Provinsi Papua Barat.

"Total 80 website sekolah, 20 website universitas 13 website pemerintahan dan 147 website milik swasta dalam negeri yang diretas dan dijual tersangka," sebutnya.

Dalam aktivitas peretasan tersebut tersangka menjual website korban dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta tergantung isi data website korban. Dari perbuatanya tersangka mendapat keuntungan Rp 15 juta perbulan. Sementara untuk total keuntungan dari tahun 2023 tersangka mendapatkan keuntungan Rp 300 juta yang dipakai tersangka memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: John Herdman Siapkan Rotasi Timnas Indonesia vs Timor Leste, Jaga Kebugaran Pemain demi Piala AFF 2026

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abaraham Abast menuturkan, pengungkapan perkara ini tentu bukan hanya merupakan keberhasilan aparat penegak hukum dalam mengungkap tindak pidana kejahatan siber. Akan tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa setiap akses tanpa hak terhadap sistem elektronik tentu memiliki konsekuensi hukum.

"Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk manfaatkan ruang digital secara aman, bertanggung jawab dan etika, serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pesannya. (rus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
ditsiber website hacker peretas demak hari ini