RADAR SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi (GAPEMBI) Jawa Timur (Jatim) terus mendorong penguatan tata kelola dan kualitas layanan dalam ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat proses sertifikasi halal bagi seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Jawa Timur.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan dan audiensi DPW GAPEMBI Jatim dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Selasa (28/7). Rombongan GAPEMBI Jatim disambut hangat jajaran MUI Jatim yang dipimpin Ketua MUI Jawa Timur KH Abdul Halim Soebahar.
Ketua DPW GAPEMBI Jatim Makhrus Sholeh mengatakan, audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi strategis antara GAPEMBI Jatim dengan MUI Jatim. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem SPPG, khususnya dalam memastikan proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
"Pertama, tentu kami ingin bersilaturahmi dengan Ketua MUI Jawa Timur dan jajaran. Kedua, kami ingin menjalin kerja sama strategis dalam ekosistem SPPG dengan komisi-komisi yang ada di MUI," ujar Makhrus.
Baca Juga: Toko Sembako di Jalan Putat Jaya Sekolahan Surabaya Ludes Dilalap Api
Karena itu, GAPEMBI Jatim berharap audiensi bersama MUI Jatim dapat menghasilkan kesepakatan konkret untuk mempercepat proses sertifikasi halal. Percepatan tersebut tetap harus dilakukan dengan memperhatikan seluruh standar, ketentuan, serta regulasi yang telah ditetapkan.
"Kami berkomitmen untuk melakukan sertifikasi halal bagi seluruh dapur SPPG di Jawa Timur. Harapannya, ada kesepakatan untuk mempercepat proses sertifikasi halal sekaligus mengembangkan kerja sama strategis di bidang ekonomi, tentunya tetap sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku," jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, GAPEMBI Jatim dan MUI Jatim juga membahas langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk membantu anggota GAPEMBI dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Salah satu solusi yang disiapkan adalah pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) yang akan melibatkan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI.
Melalui kegiatan tersebut, anggota GAPEMBI Jatim akan mendapatkan pendampingan mengenai proses sertifikasi halal secara menyeluruh. Pendampingan diharapkan dapat membantu pengelola dapur SPPG memahami berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari tahap awal pengajuan hingga proses sertifikasi selesai.
Menurut Makhrus, keberadaan bimtek menjadi langkah awal yang penting agar proses sertifikasi halal dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Dengan pendampingan langsung dari LPPOM MUI, para anggota GAPEMBI diharapkan tidak mengalami kendala dalam memahami prosedur maupun memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan.
Baca Juga: BCA CitraLand Marathon 2026 Targetkan 7.000 Pelari, Rute Baru Siap Uji Ketangguhan
"Sudah ada pembentukan dan solusi melalui bimbingan teknis yang nantinya akan didampingi langsung oleh LPPOM MUI. Pendampingan dilakukan untuk proses sertifikasi dari awal sampai akhir," katanya.
Melalui kerja sama GAPEMBI Jatim dan MUI Jatim, proses sertifikasi halal diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, cepat, dan tetap sesuai ketentuan. Pendampingan LPPOM MUI menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik sehingga target sertifikasi halal bagi dapur SPPG di Jawa Timur dapat segera diwujudkan.
"Langkah selanjutnya akan diawali dengan bimbingan teknis bersama LPPOM MUI dengan anggota GAPEMBI Jawa Timur. Kami berharap dari sini proses sertifikasi halal bisa semakin cepat dan seluruh dapur SPPG dapat memenuhi standar yang ditetapkan," pungkas Makhrus.(mus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya