Gubernur Khofifah Minta Insinyur Jadi Motor Pembangunan, Ketahanan Pangan hingga Indonesia Emas 2045

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:16 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama  Ketua  Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Habibie. (Biro Adpim)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Habibie. (Biro Adpim)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insan keinsinyuran memperkuat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme untuk mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, peran insinyur menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029 yang dipimpin Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Habibie, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7).

Khofifah menegaskan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan yang berbasis inovasi, penguasaan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

 "Seluruh agenda pembangunan memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan," ujar Khofifah.

Jawa Timur Butuh Peran Insinyur untuk Ketahanan Pangan

Menurut Khofifah, posisi Jawa Timur sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia sekaligus lumbung pangan nasional membuat peran insinyur semakin strategis, terutama dalam mendukung sektor pertanian.

Baca Juga: Wali Kota Eri Siapkan Panggung Permanen Seni Tradisi untuk Regenerasi Reog dan Jaranan di Surabaya

Ia mengungkapkan, selama tujuh tahun terakhir produksi padi Jawa Timur selalu menjadi yang tertinggi secara nasional.

Hingga Semester I 2026, produksi padi provinsi ini kembali mencatatkan posisi teratas dengan kenaikan sekitar 5,49 persen.

Namun demikian, Khofifah menilai masih terdapat pekerjaan rumah besar, yakni optimalisasi jaringan irigasi tersier untuk menjaga produktivitas lahan saat musim kemarau.

 "Di sinilah peran para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sehingga pada musim kemarau pasokan air tetap dapat terpenuhi," katanya.

Selain padi, Jawa Timur juga menjadi produsen jagung terbesar nasional dengan kontribusi sekitar 28,39 persen, serta menjadi salah satu sentra produksi susu nasional.

PII Didorong Fokus pada Program Prioritas Nasional

Khofifah berharap PW PII Jawa Timur memperkuat kontribusi terhadap berbagai program strategis pemerintah, khususnya ketahanan pangan.

Menurutnya, keahlian para insinyur dibutuhkan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi, mulai dari modernisasi pertanian, pengelolaan sumber daya air, hingga peningkatan produktivitas pangan.

Ia juga meminta agar ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama program organisasi selama masa kepengurusan baru.

Insinyur Harus Siap Hadapi Tantangan Teknologi

Khofifah menilai tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks.

Baca Juga: Dewa 19 dan Padi Reborn Siapkan Lagu Khusus Kolaborasi Spesial di Surabaya, Jadi Kado dan Kejutan untuk Penonton

 Transformasi digital, perkembangan artificial intelligence (AI), transisi energi, hilirisasi industri, hingga pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten.

Karena itu, penguatan kapasitas insinyur harus diiringi budaya riset, penguasaan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi profesi.

Ia juga mengapresiasi komitmen PII dalam meningkatkan kualitas profesi melalui Program Profesi Insinyur (PPI), Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP), dan sertifikasi ASEAN Engineer.

Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Khofifah menyambut baik tema pelantikan, "Kolaborasi PII untuk Indonesia Maju 2045", yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, tetapi juga kualitas kolaborasi, inovasi, dan integritas seluruh elemen bangsa.

Ia berharap PII Jawa Timur terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan berbagai inovasi, memperkuat riset terapan, meningkatkan kompetensi anggota, serta menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia industri.

 "Jadikan setiap inovasi dan karya rekayasa sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, mempercepat transformasi ekonomi, serta mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045," tutur Khofifah.

Di akhir sambutannya, Khofifah mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus Wilayah PII Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029.

Ia optimistis kepengurusan baru mampu menjadikan PII Jawa Timur semakin profesional, adaptif, inovatif, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional.(nin) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
insinyur ilham habibie Gubernur Khofifah Indar Parawansa pii