KIP Kuliah Bukan Sekadar Bebas UKT, Unesa Dampingi Mahasiswa hingga Siap Berprestasi

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:17 WIB
Zahira Dewi Kirana Lestari diterima sebagai mahasiswa Program Studi S-1 Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Unesa melalui program KIP Kuliah. (Rahmat Sudrajat)
Zahira Dewi Kirana Lestari diterima sebagai mahasiswa Program Studi S-1 Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Unesa melalui program KIP Kuliah. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak hanya memberikan pembebasan biaya pendidikan,

tetapi juga menghadirkan pendampingan akademik, fasilitas penunjang, hingga dukungan pengembangan diri bagi mahasiswa penerima beasiswa.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Zahira Dewi Kirana Lestari.

Penyandang disabilitas daksa asal Kediri itu resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi S-1 Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa melalui jalur KIP Kuliah.

Di sela kesibukannya membantu sang ibu melayani pembeli di toko kelontong sederhana, Zahira tetap menyimpan tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Kini, cita-cita tersebut berhasil diwujudkannya.

Baca Juga: Doorr! Dua Pelaku Curanmor Asal Malang Ditembak Jatanras Polda Jatim

Sejak menempuh pendidikan di MAN 3 Kediri, Zahira telah menargetkan untuk melanjutkan studi. Ia memilih Unesa karena memiliki kedekatan emosional dengan Kota Surabaya.

"Dari SMA memang sudah ingin kuliah. Saya memilih Surabaya karena sejak kecil pernah berobat di sana, jadi sudah terasa lebih akrab.

Saya memilih Sastra Inggris karena suka film, musik, dan bacaan berbahasa Inggris. Kalau ada kesempatan, saya ingin mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri untuk mempelajari budaya lain," ujar Zahira, Kamis (23/7).

Semangat pantang menyerah Zahira juga diakui oleh wali kelas sekaligus guru sejarahnya, Ahmad Fauzi.

"Zahira anak yang ceria, supel, aktif di kelas, dan sering mengikuti Olimpiade Sains Madrasah.

 Kami sangat bangga dan mendukung perjuangannya hingga akhirnya diterima di Unesa," katanya.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menegaskan bahwa komitmen kampus terhadap penerima KIP Kuliah tidak berhenti pada pembebasan biaya pendidikan atau UKT.

Menurutnya, Unesa memastikan setiap mahasiswa memperoleh pendampingan akademik, akses terhadap fasilitas kampus, hingga tempat tinggal yang layak agar dapat menjalani proses perkuliahan dengan nyaman.

Baca Juga: ITS Ciptakan Komposit Seng Oksida, Urai Limbah 100 Persen Sekaligus Bunuh Bakteri

"Kami melakukan seleksi secara ketat karena kuota terbatas. Kami memeriksa kondisi ekonomi, prestasi, hingga motivasi untuk berkembang.

Tujuannya agar beasiswa benar-benar tepat sasaran. Bagi kami, keterbatasan ekonomi maupun kondisi fisik tidak boleh menjadi penghalang talenta muda untuk meraih mimpi," tegas Martadi.

Selain itu, mahasiswa penerima KIP Kuliah juga didorong aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, kompetisi akademik maupun nonakademik, serta program mobilitas mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.

Kisah Zahira menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan tinggi dapat diraih siapa saja ketika dipadukan dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan yang tepat.

Melalui KIP Kuliah, Unesa berupaya memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki peluang yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mewujudkan cita-citanya. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
UNESA penyandang disabilitas kip