RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di halaman Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemprov Jatim menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Selain meninjau pelaksanaan Pasar Murah, Khofifah turut memborong berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Produk yang dibeli antara lain minuman herbal tradisional seperti sinom dan beras kencur, cabai, kebutuhan pokok, hingga kerajinan batik.
Produk-produk tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan Pasar Murah.
"Alhamdulillah, Pasar Murah kali ini kami laksanakan di Sampang. Animo dan antusiasme masyarakat besar sekali. Saya juga sempat membeli produk yang dijual karena, alhamdulillah, kita di Jawa Timur selalu diberkahi kekayaan alam terbaik yang hasil olahannya juga unggul," ujar Khofifah.
Baca Juga: Mentan Andi Amran Sulaiman Targetkan Swasembada Gula Tercapai Dua Tahun
Warga Lansia Dapat Bantuan Beras SPHP
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras SPHP kemasan lima kilogram kepada 23 warga lanjut usia. Sementara itu, ibu hamil dan anak-anak mendapat bantuan telur gratis.
Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat. Ia mendengarkan aspirasi warga sembari memantau transaksi di lokasi Pasar Murah.
Khofifah menjelaskan, Pasar Murah merupakan salah satu instrumen strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.
Dalam Pasar Murah tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp20.000 per pak dan daging ayam ras Rp32.000 per pak. Bawang putih dan bawang merah masing-masing dibanderol Rp6.000 per 250 gram, sedangkan paket cabai dijual Rp5.000 per 200 gram.
"Adanya Pasar Murah ini tentu untuk pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan. Selama ini, alhamdulillah, Jawa Timur relatif stabil dalam pengendalian inflasi dan telah menjadi lumbung pangan nasional," kata Khofifah.
Menurut dia, kondisi iklim global yang terus berubah membuat pemerintah harus tetap waspada. Intervensi terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok pun dilakukan sebelum terjadi krisis.
"Kami selalu berjaga dan melakukan intervensi bahkan sebelum krisis terjadi," tegasnya.
Warga Sampang Bersyukur Terima Bantuan
Kehadiran Pasar Murah mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah satunya Halimatus Sa'diyah, 65, warga Kecamatan Camplong.
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat itu mengaku sangat terbantu dengan kegiatan Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim.
Sejak suaminya meninggal dunia, Halimatus membesarkan enam anak seorang diri. Salah satu anaknya, Mahmudah, 35, merupakan penyandang disabilitas netra.
"Saya baru pertama kali ke Pasar Murah seperti ini. Alhamdulillah, oleh Bu Gubernur diberikan beras gratis untuk saya dan anak saya. Terima kasih, Bu Khofifah. Saya merasa sangat terbantu. Mudah-mudahan Ibu selalu sehat," pungkasnya.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan