RADAR SURABAYA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan gas bumi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing" yang digelar di Hotel Eastern, Jalan Veteran, Bojonegoro, Rabu (22/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGN dalam memperluas edukasi mengenai manfaat gas bumi sebagai sumber energi yang aman, efisien, praktis, ramah lingkungan, serta mampu menekan biaya operasional pelaku usaha.
Acara dihadiri Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati,
perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran,
serta anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Baca Juga: Bahagia itu Sederhana, Tunggu Orderan, Pengendara Ojol Bermain Ayunan dari Akar Pohon di Surabaya
Area Head PGN Area Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan gas bumi menjadi solusi energi yang dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi.
Menurut dia, penggunaan gas bumi memberikan pasokan energi yang stabil sehingga pelaku usaha dapat menjalankan operasional dengan lebih optimal.
"Kami juga berterima kasih kepada Disdagkop UM dan Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang terus mendorong iklim usaha yang maju serta penggunaan energi berkelanjutan di Bojonegoro," ujar Faishal.
Masyarakat Menantikan Perluasan Jaringan Gas
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati,
mengatakan salah satu tugas pemerintah daerah adalah menjaga stabilitas pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi.
Ia menilai pengembangan jaringan gas (jargas) PGN menjadi kebutuhan yang dinantikan masyarakat Bojonegoro karena menawarkan pasokan energi yang stabil dan efisien bagi pelaku usaha.
"Kami berharap jargas semakin diperluas," katanya.
Usaha Laundry Bojonegoro Dinilai Sangat Prospektif
Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Dewan Asosiasi Laundry Indonesia, Dimas Setiawan, memaparkan hasil risetnya selama lebih dari satu tahun mengenai potensi bisnis laundry di Bojonegoro.
Menurut Dimas, prospek usaha laundry di Bojonegoro lebih menjanjikan dibandingkan dengan daerah sekitar, seperti Lamongan dan Tuban.
Baca Juga: Pemprov Jatim Terbitkan Pergub Kelas Jalan, Truk Bertonase Besar Tak Boleh Sembarangan Melintas
"Saya meriset Bojonegoro selama lebih dari setahun sebelum membuka usaha laundry di sini. Hasil riset menunjukkan potensi Bojonegoro sangat bagus, bahkan lebih baik dibandingkan Lamongan dan Tuban," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah mendampingi lebih dari 300 mitra usaha dengan jaringan outlet di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu strategi meningkatkan keuntungan usaha adalah memanfaatkan gas bumi PGN untuk menekan biaya operasional.
PGN Edukasi Keamanan Penggunaan Gas Bumi
Sales PGN Area Bojonegoro, Eko Suprayitno, menjelaskan karakteristik gas bumi sekaligus memberikan edukasi mengenai aspek keselamatan penggunaan jaringan gas.
Menurutnya, gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, ramah lingkungan, serta telah diberi zat pembau (odorant) agar kebocoran lebih mudah dideteksi.
Ia juga mengimbau pelanggan menjaga instalasi gas dengan baik, seperti menjauhkan pipa dari sumber api dan instalasi listrik, memastikan dapur memiliki ventilasi yang memadai, serta menempatkan meter gas di lokasi yang aman dari jangkauan anak-anak.
Jika terjadi kebocoran, masyarakat diminta tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh keran gas, membuka pintu dan ventilasi, serta memeriksa titik kebocoran menggunakan air sabun.
"Jika kebocoran terjadi pada sambungan rumah, pelanggan diminta segera menutup keran gas dan menghubungi Pertamina Call Center 135 atau layanan WhatsApp PGN untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tegas Eko.
Pelaku UMKM Rasakan Manfaat Gas Bumi
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Ketua IWAPI Bojonegoro, Sri Artiningsih, mengaku memperoleh banyak informasi baru mengenai pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kegiatan usaha.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Arva itu menilai gas bumi tidak hanya cocok digunakan rumah tangga, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi usaha kecil hingga sektor industri.
"Gas bumi dapat meringankan beban usaha karena lebih hemat, praktis, efisien, tersedia selama 24 jam, dan ramah lingkungan," tandasnya.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan