RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta untuk bertukar pengalaman mengenai implementasi pembangunan Zona Integritas (ZI).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Jumat (17/7), menjadi ajang berbagi praktik terbaik dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas korupsi.
Rombongan Kanwil Kemenag DKI Jakarta dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha, Khairani, dan disambut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, beserta jajaran.
Sebelum sesi diskusi dimulai, delegasi meninjau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kanwil Kemenag Jatim.
Fasilitas layanan tersebut dinilai inklusif karena dilengkapi huruf Braille, jalur disabilitas, pojok baca, hingga area bermain anak sebagai bentuk pelayanan publik yang ramah bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Motor Tua Makin Diburu, tapi Pembeli Makin Seret
Syaikhul Hadi menjelaskan, pembangunan Zona Integritas di Kanwil Kemenag Jatim telah dilakukan secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan sejak 2018.
Langkah awal dimulai dengan penguatan komitmen bersama dan pembangunan PTSP, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan target kinerja serta penetapan satuan kerja
percontohan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Program ini terus kami evaluasi dan sempurnakan setiap tahun. Seluruh pemangku kepentingan dilibatkan agar menghasilkan perubahan yang nyata," ujar Syaikhul.
Menurut dia, memasuki 2024 Kanwil Kemenag Jatim memperkuat pembinaan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, pendampingan intensif, serta
pemanfaatan platform digital untuk pelaporan, pemantauan perkembangan, dan penyampaian informasi kepada seluruh satuan kerja.
Baca Juga: ESDM Jatim Masih Tunggu Aturan Pusat Terkait Aturan Koperasi Bisa Kelola Sumur Minyak Rakyat
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada 2024, sebanyak 10 Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan enam madrasah lolos ke tahap Tim Penilai Pendahulu (TPP).
Dari jumlah tersebut, tujuh Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan enam madrasah melaju ke Tim Penilai Internal (TPI), sedangkan empat Kantor
Kementerian Agama kabupaten/kota dan tiga madrasah berhasil mencapai tahap Tim Penilai Nasional (TPN).
Prestasi itu terus meningkat pada 2025. Dua Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sedangkan satu madrasah memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Selain itu, sebanyak 25 Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan 12 madrasah diusulkan ke tahap Tim Penilai Pendahulu (TPP).
Dari jumlah tersebut, 13 Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan tujuh madrasah berhasil lolos ke tahap Tim Penilai Internal (TPI).
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran, komitmen, serta konsistensi dalam melakukan pendampingan," katanya.
Sementara itu, Khairani mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari strategi Kanwil Kemenag Jatim dalam membangun Zona Integritas.
Menurut dia, Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang membawahi enam wilayah administrasi dengan sekitar 7.800 aparatur sipil negara (ASN) menghadapi tantangan besar dalam menjaga budaya integritas.
"Kami melihat Jawa Timur memiliki banyak satuan kerja yang berhasil meraih predikat WBK dan WBBM.
Kami ingin mempelajari strategi pembinaan, penyusunan dokumen pendukung, penguatan enam area perubahan, hingga menjaga keberlanjutan pembangunan Zona Integritas," ujar Khairani.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara Tim Zona Integritas Kanwil Kemenag DKI Jakarta dan Kanwil Kemenag Jatim.
Pembahasan meliputi strategi percepatan pembangunan Zona Integritas, pola pembinaan, mekanisme pendampingan, hingga inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan.
Melalui forum berbagi pengalaman tersebut, kedua instansi berharap dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkokoh komitmen pemberantasan korupsi di lingkungan Kementerian Agama. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan