RADAR SURABAYA - Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Provinsi ini menjadi penyumbang nilai transaksi tertinggi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan total mencapai Rp 17,45 miliar atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang mencapai Rp 30,06 miliar per 7 Juli 2026.
Baca Juga: 530 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Jatim, Bukan Pesaing Ritel Modern
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, tingginya nilai transaksi menjadi bukti bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya selesai dibentuk secara kelembagaan, tetapi juga mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, Jawa Timur kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan dapat diwujudkan melalui koperasi. Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Khofifah, Jumat (17/7).
Baca Juga: Seminar Ekonomi, Unair Soroti SDM dan Digitalisasi untuk Transformasi Koperasi Ritel
Khofifah menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi desa.
Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum sebanyak 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, capaian itu menjadi fondasi penting untuk mempercepat operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan.
Meski demikian, ia menilai tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.
"Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," tegasnya.
Baca Juga: Dirikan Koperasi, KONI Jatim Bangun Ekosistem Ekonomi Olahraga Berkelanjutan
Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan berbagai pelaku usaha lokal, seperti UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, sinergi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan, bukan saling bersaing, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Khofifah optimistis nilai transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan.
"Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas usaha, dan menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing," pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya