Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RSUD Haji Jatim Luncurkan Haji C-AIRRe, Hadirkan AI iBrain2U hingga Robot Rehabilitasi

Rahmat Sudrajat • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:46 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Haji C-AIRRe, ekosistem riset dan inovasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. (Istimewa)
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Haji C-AIRRe, ekosistem riset dan inovasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotika di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. (Istimewa)

RADAR SURABAYA – RSUD Haji Provinsi Jawa Timur memperkuat transformasi layanan kesehatan dengan meluncurkan Haji C-AIRRe (Collaborative Artificial Intelligence and Robotic Research Innovation Ecosystem in Healthcare), sebuah ekosistem riset dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta robotika.

Peluncuran Haji C-AIRRe ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang.

 Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat inovasi layanan kesehatan di Jawa Timur.

Direktur RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, dr. Tauhid Islamy, Sp.OG., Subsp. K.Fm., mengatakan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan rumah sakit modern.

Baca Juga: Vasa Hotel Surabaya Sajikan Sensasi Japanese Grill Premium

Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari efisiensi operasional, transparansi pembiayaan, akuntabilitas, hingga peningkatan keselamatan pasien.

"Rumah sakit adalah institusi yang padat modal, padat teknologi, padat sumber daya manusia, sekaligus padat masalah.

 Karena itu, kami tidak bisa bergerak sendiri sehingga menggandeng mitra yang memiliki kompetensi di bidang AI, otomasi, dan robotika," ujar Tauhid, Kamis (16/7).

Melalui ekosistem Haji C-AIRRe, sejumlah inovasi berbasis AI dan robotika mulai diterapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.

Salah satunya AI Mina, yang mampu menekan klaim tertunda BPJS Kesehatan dari 40–50 persen menjadi di bawah 5 persen sehingga memperkuat kesehatan fiskal rumah sakit.

Selain itu, hadir iBrain2U, asisten radiologi berbasis AI yang membantu dokter mempercepat interpretasi pencitraan otak pasien stroke.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses diagnosis sehingga pasien memperoleh penanganan lebih cepat.

Inovasi lainnya meliputi Minji Assistant, chatbot cerdas untuk pelayanan informasi kepada masyarakat, mikroskop pemindai otomatis guna mendukung deteksi dini tuberkulosis,

X-Manibus berupa lengan robotik untuk rehabilitasi medik, serta Haji Gaspol, sistem integrasi menuju rumah sakit cerdas (smart hospital).

Baca Juga: Dari Heerenstraat hingga Rajawali, Jejak Jalan Tertua yang Menyimpan Denyut Sejarah Surabaya

Associate Professor NAIST, Jepang, Prof. Yoshito Otake, mengatakan pihaknya berkontribusi dalam pengembangan teknologi AI untuk pencitraan medis.

Teknologi tersebut dirancang agar mampu menghasilkan analisis yang lebih akurat sehingga membantu dokter dalam mengambil keputusan klinis.

"Tujuan kami adalah memberikan informasi yang lebih akurat kepada dokter, mempercepat diagnosis, dan pada akhirnya memberikan perawatan terbaik bagi pasien," ujarnya.

Ke depan, Haji C-AIRRe tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga diarahkan menuju hilirisasi dan industrialisasi inovasi kesehatan dengan semangat From Research to Impact, From AI to Humanity.

"Transformasi kesehatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien," tegasnya.

Peresmian Haji C-AIRRe dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Kehadiran ekosistem inovasi ini menjadi bukti dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap percepatan transformasi digital serta penguatan kemandirian teknologi kesehatan nasional.

Melalui kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan mitra internasional, inovasi yang lahir dari RSUD Haji Jawa Timur diharapkan dapat menjadi

model pengembangan layanan kesehatan modern dan diadopsi oleh berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. (rmt)

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
RSUD Haji Provinsi Jawa Timur Haji C-AIRRe dr. Tauhid Islamy NAIST Jepang