RADAR SURABAYA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah mempercepat berbagai langkah untuk mengatasi kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang - Gilimanuk sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Dudy usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7).
Menurut Dudy, pembahasan difokuskan pada upaya mengoptimalkan arus penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kepadatan tidak hanya saat musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa.
Baca Juga: Gelapkan Uang Pembelian Mobil Rp 212 Juta, Sales di Rungkut Surabaya Ditangkap
"Beberapa alternatif solusi sudah kami siapkan dan kami diskusikan. Harapannya berbagai persoalan yang terjadi pada layanan penyeberangan dapat terselesaikan tahun ini," ujarnya.
Pemerintah akan meningkatkan kapasitas dermaga melalui pembangunan dermaga baru serta mengoptimalkan dermaga yang telah beroperasi. Selain itu, infrastruktur pendukung di sejumlah pelabuhan juga akan diperkuat, termasuk Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Pelabuhan Tanjung Wangi, dan Pelabuhan Ketapang.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara sebagai jalur alternatif untuk mengurangi beban penyeberangan menuju Gilimanuk ketika terjadi lonjakan kendaraan pada masa libur maupun arus mudik.
Baca Juga: Dua Bulan Mangkrak, Motor di Kampung Seng Surabaya Hilang Dicuri
"Harapannya langkah ini dapat mengurai kepadatan yang terjadi di titik-titik tertentu, baik saat mudik Lebaran maupun pada periode libur lainnya. Saat ini peningkatan mobilitas masyarakat dengan transportasi darat terus terjadi sehingga kepadatan tidak hanya muncul saat liburan, tetapi juga pada hari-hari biasa," jelasnya.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan, pemerintah akan memperbesar fasilitas dermaga ponton dan dermaga utama agar mampu melayani kapal berukuran besar berikut kendaraan dengan dimensi lebih besar.
Kementerian Perhubungan juga menyiapkan kapal-kapal berkapasitas besar untuk melayani rute dari Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Jangkar. Saat ini Pelabuhan Tanjung Wangi telah dilayani empat kapal dan kapasitasnya akan terus ditingkatkan menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Luangkan Waktu Beristirahat, Cara Sederhana Memulihkan Fokus Otak dan Menjaga Kesehatan Mental
Sementara di Pelabuhan Ketapang, pemerintah meminta dukungan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengganti kapal-kapal kecil dengan armada yang memiliki daya angkut lebih besar sehingga kapasitas penumpang dan kendaraan dapat meningkat.
"Kami berharap seluruh uji coba fasilitas bisa selesai sebelum Natal dan Tahun Baru. Ini penting karena setelah itu kita juga akan menghadapi arus mudik Lebaran 2027. Apa yang terjadi pada Lebaran tahun lalu menjadi pelajaran yang ingin kami perbaiki," kata Dudy.
Selain membahas penyeberangan, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan proyek kereta Surabaya–Sidoarjo. Dudy menyebut proyek tersebut telah memasuki tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) setelah proses penunjukan penyusun DED dimulai.
Baca Juga: Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur, Kebiasaan Sederhana yang Menyimpan Banyak Manfaat Kesehatan
"Sejak Januari perkembangan proyek terus berjalan. Saat ini proses penunjukan penyusun DED sudah dimulai. Harapannya pada tahun 2029 proyek ini selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya," ungkapnya.
Menurut Dudy, seluruh langkah yang dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya