RADAR SURABAYA – Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Timur (Jatim) berlangsung istimewa. Selain menjadi momentum penanaman nilai integritas kepada peserta didik baru, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim juga sukses mencatatkan Rekor MURI melalui kategori Penyuluhan Antikorupsi Digital dengan Jumlah Peserta Terbanyak.
Rekor bernomor 12806/R.MURI/VII/2026 tersebut diraih berkat pelaksanaan penyuluhan antikorupsi yang diikuti sekitar 300 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di 4.060 satuan pendidikan se-Jatim secara luring maupun daring.
Pembukaan MPLS Nasional dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Sementara di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Acara dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Imam Hidayat, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, serta diikuti secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya Hardianto Harefa.
Baca Juga: Prediksi Prancis vs Spanyol: Chris Sutton Sebut Pemenang Laga Ini Akan Jadi Juara Piala Dunia 2026
Piagam Rekor MURI diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Imam Hidayat bersama Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan bukti komitmen Jawa Timur dalam membangun pendidikan yang berintegritas sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.
"Ini merupakan inisiasi bagi kami untuk mewujudkan pendidikan berintegritas. Pendidikan kejujuran harus dimulai dari lingkungan sekolah, bahkan dari hal-hal yang paling sederhana," ujar Aries, Senin (13/7).
Baca Juga: Viral, Pengendara Motor Melintas di Rel, KAI Kecam Aksi Berbahaya
Menurut Aries, MPLS menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik baru agar mereka memahami pentingnya kejujuran dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
"Korupsi mencederai prinsip-prinsip integritas. Karena itu, sejak hari pertama MPLS kami mengenalkan nilai kejujuran kepada para murid. Seluruh peserta juga mendapat penguatan langsung dari Sekjen KPK yang disiarkan secara daring ke seluruh Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan, selain menghadirkan Sekjen KPK sebagai narasumber utama, materi penguatan integritas juga disampaikan oleh Penyuluh Antikorupsi (PAK) Jawa Timur serta guru-guru yang telah memperoleh pelatihan khusus mengenai pendidikan antikorupsi.
Baca Juga: Nyamuk Hilang, 20 Ekor Kambing Terpanggang di Bulak Banteng Surabaya
Pada kesempatan itu, Aries turut memimpin pembacaan Deklarasi Gema Integritas yang diikuti seluruh insan pendidikan Jawa Timur. Deklarasi tersebut memuat komitmen untuk menjunjung tinggi kejujuran, menolak segala bentuk kecurangan, membangun budaya integritas sebagai fondasi pendidikan berkarakter, serta memperkuat semangat saling menghargai, bekerja sama, dan melayani demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa mengapresiasi langkah Dindik Jatim yang memasukkan pendidikan antikorupsi ke dalam rangkaian MPLS.
"Kami menyambut baik penyuluhan antikorupsi di Jawa Timur untuk menumbuhkan kejujuran dan membentuk sikap tanggung jawab siswa sejak jenjang SMA, SMK, dan SLB," ujarnya.
Baca Juga: Seleksi Sekolah Rakyat di Jatim Juga Perhatikan Kondisi Khusus Keluarga
Cahya menegaskan, pendidikan menjadi salah satu strategi utama KPK dalam membentuk generasi yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, adil, peduli, sederhana, berani, dan pekerja keras.
Menurutnya, integritas dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti datang tepat waktu, menjaga amanah, tidak menyontek saat ujian, berani mengakui kesalahan, hingga merawat fasilitas sekolah.
"Korupsi tidak dimulai ketika seseorang menjadi pegawai, tetapi ketika seseorang mulai terbiasa melakukan perilaku yang tidak jujur. Keberhasilan yang dibangun dengan kejujuran mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi akan membawa keberkahan," pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya