RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tidak mencerminkan rendahnya kinerja pelaksanaan program.
Sebaliknya, tingginya SILPA lebih banyak dipengaruhi efisiensi anggaran, terutama dari proses pengadaan barang dan jasa serta sisa hasil lelang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan sebagian besar target program pemerintah tetap tercapai. Menurutnya, SILPA yang terbentuk justru berasal dari penghematan anggaran dalam pelaksanaan berbagai kegiatan.
Baca Juga: Wagub Emil: SiLPA Rp 3,38 T Bukan karena Rendahnya Serapan Anggaran
"Kalaupun SILPA tinggi, sebetulnya target-target tercapai. Itu bagian dari efisiensi, baik dari pengadaan barang dan jasa maupun sisa hasil lelang," ujar Adhy, Jumat (10/7).
Selain efisiensi, lanjut Adhy, terdapat sejumlah kegiatan yang anggarannya tidak terserap karena terkendala persoalan teknis di lapangan. Hasil verifikasi menunjukkan beberapa kegiatan tidak memenuhi persyaratan sehingga anggarannya tidak dapat dicairkan.
SIBaca Juga: Banggar DPRD Jatim: APBD 2026 Menunjukkan Ketergantungan Silpa 2025
"Ada beberapa kegiatan yang memang persoalannya di lapangan. Pada waktu verifikasi ternyata tidak sesuai, sehingga tidak bisa direalisasikan," katanya.
Meski demikian, Adhy menegaskan kontribusi terbesar terhadap SILPA tetap berasal dari efisiensi pelaksanaan anggaran, bukan karena target pembangunan tidak tercapai ataupun program gagal dilaksanakan.
Karena itu, ia meminta besarnya SILPA tidak serta-merta dimaknai sebagai rendahnya kinerja pemerintah daerah. Justru, menurutnya, efisiensi anggaran menunjukkan program tetap berjalan sesuai target dengan penggunaan anggaran yang lebih hemat.
"Penyumbang terbesar SILPA sebetulnya karena targetnya tercapai, tetapi pelaksanaannya lebih efisien," tegasnya.
Baca Juga: Dewan Pertanyakan Penyebab SILPA Sebesar Rp 3,7 Triliun
Dalam dokumen pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat SILPA sebesar Rp3,383 triliun. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista