Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jawa Timur Borong Delapan Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Gubernur Khofifah: Jatim Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Lainin Nadziroh • Rabu, 8 Juli 2026 | 04:41 WIB
Biro Administrasi Pimpinan.
Biro Administrasi Pimpinan.

RADAR SURABAYA – Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026, Jawa Timur berhasil memborong delapan penghargaan sekaligus, termasuk tiga penghargaan Juara I di berbagai kategori strategis.

Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ekosistem ekonomi dan

keuangan syariah yang terintegrasi, mulai dari pengembangan industri halal, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ekonomi pesantren.

Penghargaan diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, dalam malam penganugerahan di Auditorium MBM, Gedung Transmedia, Jakarta, Senin (6/7). 

Baca Juga: Lionel Messi Antar Argentina Bangkit Kalahkan Mesir 3-2, Lolos Dramatis ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pondok pesantren, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan syariah,

hingga masyarakat yang terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur," ujar Khofifah, Selasa (7/7).

Ia menegaskan, delapan penghargaan tersebut semakin memperkuat kesiapan Jawa Timur menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.

Raih Delapan Penghargaan

Jawa Timur meraih Juara I pada kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Baca Juga: Serapan Beras Bulog Jatim Tembus 98,35 Persen, Target Pengadaan 2026 Hampir Tercapai

Selain itu, Jatim juga memperoleh Juara II untuk kategori Keuangan Mikro Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren,

Juara III pada kategori Pariwisata Ramah Muslim dan Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, serta Juara IV pada kategori Wakaf.

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut merupakan hasil penguatan Halal Value Chain yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Strategi tersebut mencakup pengembangan pelaku usaha, percepatan sertifikasi halal, pembiayaan syariah, pembangunan industri halal, hingga perluasan akses pasar nasional maupun internasional.

Ribuan UMKM Bersertifikat Halal

Salah satu langkah strategis yang terus dikembangkan adalah Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) Safe n Lock, yang telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari penguatan kawasan industri halal nasional.

Selain itu, Jawa Timur kini memiliki 15 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta 804 destinasi wisata ramah muslim yang mendukung pertumbuhan industri halal.

Ekosistem tersebut diperkuat dengan keberadaan 21 kawasan terpadu, 17 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 87 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), 15 laboratorium halal, 573 rumah potong hewan halal, serta ratusan ribu penyelia halal.

Hingga Juni 2026, fasilitasi sertifikasi halal yang dilakukan Pemprov Jatim telah menghasilkan 658.010 pelaku usaha dengan 1.695.437 produk bersertifikat halal.

Jumlah usaha halal juga meningkat 105.067 unit atau tumbuh 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor produk halal Jawa Timur telah mencapai USD 3,222 miliar, didominasi sektor makanan dan minuman, tekstil, farmasi, serta kosmetik.

"Saat ini halal sudah menjadi customer value, bukan sekadar aspek religius, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami akan terus memperkuat sektor ini," tegas Khofifah.

Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Syariah

Khofifah menegaskan, keberhasilan Jawa Timur tidak lepas dari kontribusi ribuan pondok pesantren yang berkembang sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Saat ini terdapat 7.334 pondok pesantren berizin di Jawa Timur. Sebanyak 1.420 pesantren telah memiliki program kewirausahaan, 97 pesantren telah bersertifikat halal, 4.494 pesantren memiliki rekening syariah, dan 177 pesantren menjadi agen Laku Pandai.

Selain itu, lebih dari 655 ribu santri mukim turut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, sinergi pemerintah, pesantren, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan ekonomi syariah yang berdaya saing global.

"Pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar sektor halal tumbuh lebih cepat, lebih inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM, memperkuat industri halal, mengembangkan kawasan kuliner halal,

memperluas pembiayaan syariah, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi pesantren.

Sebagai informasi, Anugerah Adinata Syariah merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan CNN Indonesia bersama

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(nin) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Anugerah Adinata Syariah 2026 #Gubernur Khofifah Indar Parawansa #Jawa Timur