Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah: Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif Kunci Tingkatkan Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik

Lainin Nadziroh • Kamis, 2 Juli 2026 | 17:55 WIB
Gubernur Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. (Biro Adpim)
Gubernur Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. (Biro Adpim)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan inovatif menjadi kunci utama dalam

meningkatkan kinerja birokrasi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (2/7).

Menurut Khofifah, pemimpin birokrasi saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif.

Mereka juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, memahami kebutuhan masyarakat, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Keberhasilan birokrasi bukan diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, berkualitas, transparan, dan berkeadilan," ujarnya.

Baca Juga: 530 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Jatim,  Bukan Pesaing Ritel Modern

Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang kembali mempercayakan BPSDM Jawa Timur sebagai penyelenggara PKN Tingkat II.

Ia turut mengucapkan selamat kepada 60 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dari berbagai daerah di Indonesia yang telah

menyelesaikan pendidikan kepemimpinan selama kurang lebih empat bulan melalui metode blended learning.

Menurut Khofifah, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi bukti tingginya kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan PKN II di Jawa Timur.

Selain itu, keberagaman peserta juga memperkuat jejaring kepemimpinan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

PKN II tahun ini mengusung tema "Kepemimpinan Adaptif Berbasis Empati untuk Mendukung Penguatan Tata Kelola Pelayanan Publik sebagai Fondasi Resiliensi Nasional."

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan birokrasi yang menghadapi perubahan cepat, ketidakpastian global, perkembangan teknologi, hingga kompleksitas persoalan publik.

Karena itu, Khofifah menilai setiap pemimpin birokrasi harus memiliki kemampuan beradaptasi, membangun inovasi, mengedepankan empati, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah.

Baca Juga: PSN Ngada NTT Resmi Promosi ke Liga 3 Nusantara setelah Tundukkan Persibangga Purbalingga

Kepemimpinan Adaptif Dorong Kinerja Jawa Timur

Khofifah mengatakan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif telah berkontribusi terhadap berbagai capaian strategis Jawa Timur.

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,39 persen.

Selain itu, Jawa Timur tetap menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian nasional di Pulau Jawa sekaligus memperkuat perannya sebagai Center of Gravity dan Gerbang Baru Nusantara.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 3,55 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Sementara di sektor pertanian, Jawa Timur kembali menjadi produsen padi terbesar nasional serta mempertahankan dominasinya pada berbagai komoditas peternakan strategis.

Transformasi birokrasi juga terus diperkuat melalui berbagai layanan digital, seperti TRANS JATIM AJAIB 2.0, JOSS GANDOS, dan MAJADIGI yang dirancang untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan responsif.

Proyek Perubahan Harus Diimplementasikan

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan PKN II tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi proyek perubahan di masing-masing instansi.

"Kita berharap proyek perubahan yang telah dipresentasikan benar-benar dilaksanakan setelah peserta kembali ke institusinya.

Menurut saya, mahkota PKN II adalah ketika proyek perubahan itu benar-benar diimplementasikan," tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, dirinya selalu menanyakan keberlanjutan proyek perubahan yang dihasilkan para alumni PKN II.

Menurutnya, sejumlah alumni di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berhasil menerapkan proyek perubahan yang berdampak pada meningkatnya efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Khofifah juga mengapresiasi pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional yang menjadi bagian dari proses pembelajaran PKN II.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kepemimpinan berbasis empati, pelayanan publik saat krisis, serta pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Khofifah berharap seluruh peserta mampu menjadi pemimpin yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Jadilah pemimpin yang mampu mendengar sebelum memutuskan, merangkul sebelum memerintah, membangun kolaborasi sebelum mengandalkan kewenangan,

serta menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat," pungkasnya.(rak) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#PKN II #Gubernur Khofifah Indar Parawansa #bpsdm #Jawa Timur