Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

530 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Jatim,  Bukan Pesaing Ritel Modern

Mus Purmadani • Kamis, 2 Juli 2026 | 17:01 WIB
Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semolowaru, Surabaya, siap beroperasi. (IST)
Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semolowaru, Surabaya, siap beroperasi. (IST)

  

RADAR SURABAYA – Sebanyak 530 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di Jawa Timur. Sementara sekitar 5.600 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan dan persiapan operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, dari ribuan koperasi yang sedang dipersiapkan tersebut, sekitar 2.500 hingga 3.000 koperasi telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

Baca Juga: KBS Kesulitan Cari Calon Direktur Utama, 13 Peserta Lolos Seleksi Administrasi

"Untuk yang sudah 100 persen kisarannya sekitar 2.500 sampai 3.000 koperasi," ujarnya, Kamis (2/7). Sebanyak 530 KDKMP yang telah beroperasi tersebar di delapan kabupaten/kota.

Menurut Endy, saat ini fokus pemerintah bukan hanya mempercepat pembentukan koperasi baru, tetapi memastikan koperasi yang telah diresmikan benar-benar siap melayani masyarakat sesuai standar operasional.

"Kami sedang melakukan pengecekan terhadap koperasi yang kemarin sudah diresmikan. Ada beberapa yang masih dalam tahap penyempurnaan, seperti memasukkan barang ke dalam sistem, pembersihan lokasi, pemasangan air PDAM, dan sebagainya. Tetapi rata-rata semuanya sudah beroperasi," katanya.

Pengecekan tersebut juga mencakup pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari jam pelayanan, kesiapan petugas, hingga kelengkapan sarana dan prasarana di masing-masing koperasi.

Di sisi lain, Pemprov Jatim berharap dukungan pasokan barang dari PT Agrinas terus diperkuat agar kebutuhan koperasi dapat terpenuhi secara optimal. Saat ini, penjualan KDKMP masih didominasi berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Dirjen Imigrasi Perkuat Kepatuhan Internal, Digitalisasi Layanan Jadi Senjata Cegah Penyalahgunaan Wewenang

"Omzet KDKMP saat ini memang lebih banyak berasal dari barang-barang sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan LPG," ujar Endy.

 Selain sembako, KDKMP juga menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari-hari seperti mi instan, susu, hingga aneka makanan ringan dengan harga yang kompetitif dibandingkan toko ritel di sekitarnya.

Meski demikian, sebagian besar koperasi tersebut masih belum memiliki manajer definitif. Para calon manajer saat ini masih mengikuti pelatihan sebelum ditempatkan di masing-masing KDKMP.

Endy juga menepis anggapan bahwa KDKMP dibentuk untuk bersaing dengan ritel modern. Menurutnya, koperasi ini justru hadir sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat karena seluruh keuntungan usaha akan kembali kepada anggota koperasi.

"Bukan menyaingi ritel modern. Kalau masyarakat belanja di ritel modern, keuntungan akan kembali kepada investor. Tetapi kalau belanja di KDKMP, keuntungan itu akan kembali kepada warga karena koperasi ini milik mereka sendiri," tegasnya. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#koperasi desa kelurahan merah putih #ritel modern #Koperasi Merah Putih #KDKMP