Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenag Jatim Luncurkan ZAWA BE SMART, Perkuat Tata Kelola Zakat dan Wakaf untuk Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Rahmat Sudrajat • Jumat, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, bersama anak yatim dan penyandang disabilitas dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 di Aula Kanwil Kemenag Jatim.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, bersama anak yatim dan penyandang disabilitas dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 di Aula Kanwil Kemenag Jatim.

RADAR SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur resmi meluncurkan program ZAWA BE SMART sebagai strategi memperkuat tata kelola zakat dan wakaf yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Jumat (26/6).

Peluncuran ZAWA BE SMART menjadi salah satu agenda utama dalam program nasional Peaceful Muharram 1448 Hijriah.

Selain memperkuat pengelolaan zakat dan wakaf, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperluas kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 115 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan santunan tunai.

Hingga pelaksanaan kegiatan, Kanwil Kemenag Jatim telah menyalurkan 35.835 paket santunan yang dihimpun dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Baca Juga: Guru Besar ITS Ciptakan Metode Baru untuk Tekan Risiko Kecelakaan di Infrastruktur Maritim

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan kepedulian terhadap anak yatim merupakan amanah yang harus diwujudkan seluruh elemen masyarakat.

"Jangan membentak anak yatim, apalagi menelantarkan mereka. Penuhi kebutuhannya, jaga hartanya, dan jangan sampai memakan harta anak yatim.

 Didik serta sayangilah mereka karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri," ujarnya.

Menurutnya, Lebaran Yatim tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga ruang bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, bakat, serta membangun rasa percaya diri.

"Menjadi yatim bukan kehendak mereka, begitu pula menjadi penyandang disabilitas. Masa depan yang baik adalah milik semua orang.

Allah menjaga mereka melalui tangan-tangan baik para pengurus panti, lembaga sosial, orang tua, dan seluruh masyarakat," katanya.

Ia juga memotivasi para penerima manfaat agar tetap optimistis dalam mengejar cita-cita.

"Jangan pernah putus asa. Banyak orang baik di sekitar kalian dan Allah SWT akan selalu membersamai setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik," tuturnya.

Baca Juga: 75 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal karena Faktor Usia Lanjut, PPIH Soroti Kesiapan Fisik

Pada kesempatan tersebut, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI),

Forum Zakat (FOZ), serta seluruh LAZ yang dinilai telah mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara profesional, amanah, serta akuntabel.

Perkuat Tata Kelola Zakat dan Wakaf

Program ZAWA BE SMART merupakan akronim dari Berdampak, Solutif, Amanah, Audited, Relationship, dan Trust.

 Inovasi ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat sehingga pengelolaan zakat dan wakaf semakin efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui program tersebut, Kanwil Kemenag Jatim menargetkan pengelolaan zakat dan wakaf tidak hanya memenuhi aspek tata kelola yang baik, tetapi juga mampu

mendorong pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dihadiri jajaran pimpinan Kanwil Kemenag Jatim, perwakilan lembaga zakat dan wakaf, serta diikuti secara daring oleh pejabat dan pengurus dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan program nasional Kementerian Agama yang bertujuan memperkuat semangat berbagi, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan pada momentum bulan Muharram.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Akhmad Sruji Bahtiar #zakat dan waqaf #anak yatim #kemenag jatim