Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masuk 5 Persen Peneliti Terbaik Dunia, Dosen Ubaya Ciptakan Teknologi Membran untuk Lawan Emisi.

Andy Satria • Kamis, 25 Juni 2026 | 15:04 WIB
Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Ubaya, Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D.
Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Ubaya, Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D.

RADAR SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih akademisi Universitas Surabaya (Ubaya).

Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Ubaya, Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D., berhasil masuk dalam daftar World’s Top 5% Scientists 2025 versi Scirank Global Registry.

Pengakuan internasional tersebut menjadi bukti konsistensi Prof. Putu dalam menghasilkan karya ilmiah dan mengembangkan inovasi di bidang teknologi membran selama lebih dari dua dekade.

Hingga saat ini, ia telah menerbitkan ratusan publikasi ilmiah yang banyak terindeks Scopus dan menjadi referensi bagi para peneliti di berbagai negara.

Sejak bergabung dengan Ubaya pada tahun 2000, Prof. Putu menaruh fokus besar pada pengembangan teknologi membran,

yakni metode penyaringan dan pemisahan senyawa kimia dalam bentuk gas maupun cairan.

Keahliannya semakin berkembang setelah menyelesaikan studi doktoral di UNESCO Centre for Membrane Science and Technology, University of New South Wales (UNSW), Australia.

Baca Juga: Pemprov Jatim Luncurkan PESTANA, Perkuat Ketangguhan 7.425 Pesantren Hadapi Ancaman Bencana

Menurut Prof. Putu, penelitian merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan setiap akademisi.

“Saya harus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian.

 Semakin banyak penelitian yang saya lakukan, keinginan untuk meraih gelar akademik yang lebih tinggi juga semakin kuat,” ujarnya.

Kembangkan Teknologi Membran untuk Industri

Salah satu inovasi yang berhasil dikembangkan Prof. Putu adalah teknik sintesis membran filter berbahan polimer untuk proses pemisahan gas dan cairan.

Teknologi ini dinilai memiliki banyak keunggulan dibandingkan metode penyaringan konvensional.

Membran yang dikembangkannya memiliki karakteristik lebih elastis, tipis, tidak mudah pecah, serta mampu memilah molekul berdasarkan ukuran tertentu.

Selain itu, membran tersebut juga memiliki daya lekat yang baik sehingga lebih efektif digunakan dalam berbagai kebutuhan industri.

Berkat keunggulan tersebut, teknologi membran kini semakin banyak dilirik sebagai solusi penyaringan dan pemurnian yang efisien di berbagai sektor industri.

Baca Juga: Ribuan Buruh di Jawa Timur Terancam PHK Massal, Begini Usulan Wakil Rakyat

Fokus Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Saat ini, Prof. Putu terus memperdalam penelitian mengenai pemanfaatan teknologi membran untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), salah satu penyebab utama perubahan iklim global.

Menurutnya, teknologi pemisahan gas memiliki potensi besar dalam membantu industri mengurangi emisi yang dihasilkan selama proses produksi.

Dengan demikian, penerapan teknologi membran dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan industri yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya melakukan penelitian di laboratorium, Prof. Putu juga aktif mendampingi sejumlah industri dalam menerapkan teknologi membran untuk proses penyaringan dan pemurnian limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Teliti Penyaringan Mikroplastik dan Nanoplastik

Selain fokus pada pengurangan emisi, Prof. Putu juga tengah mengembangkan riset terkait penggunaan teknologi membran untuk

menyaring partikel mikroplastik dan nanoplastik yang semakin mengancam kualitas air serta ekosistem.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi pencemaran lingkungan yang menjadi perhatian dunia saat ini.

Dorong Hilirisasi Hasil Riset Perguruan Tinggi

Meski telah masuk dalam jajaran 5 persen peneliti terbaik dunia, Prof. Putu menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan risetnya.

 Ia berkomitmen untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa peneliti Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi swasta, mampu bersaing di tingkat internasional.

Prof. Putu berharap pemerintah dan dunia industri dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan dan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi.

“Masih belum banyak hasil penelitian yang berhasil dihilirisasi di Indonesia. Padahal, apabila ada sinergi yang baik, capaian riset dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan oleh industri, tentunya melalui dukungan yang maksimal dari pemerintah,” tegasnya.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi kunci penting untuk mempercepat pemanfaatan

inovasi dalam menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari isu lingkungan hingga kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

Melalui penguatan hilirisasi riset, berbagai inovasi yang lahir dari kampus diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah,

tetapi juga mampu menjadi solusi nyata bagi kemajuan industri dan peningkatan kualitas lingkungan di Indonesia. (sam)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Putu Doddy Sutrisna #World’s Top 5% Scientists 2025 versi Scirank Global Registry #universitas surabaya #ubaya