Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemprov Jawa Timur Siapkan Rp 19 Miliar untuk Pembebasan Lahan JLS, Begini Targetnya

Mus Purmadani • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:29 WIB

 Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Muhammad Yasin

Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Muhammad Yasin

 

 

RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong percepatan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan. Tahun ini, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp 19 miliar kepada Kabupaten Trenggalek untuk mempercepat proses pembebasan lahan.

Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Muhammad Yasin mengatakan, pembangunan JLS telah mencapai hampir 400 kilometer atau sekitar 60 persen dari total panjang 680 kilometer, membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi.

Baca Juga: Dindik Jatim Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi selama Libur Sekolah, Siapkan Inovasi Hadapi Tahun Ajaran Baru

“Saat ini juga masih ada sekitar 20 kilometer yang sedang berproses. Sisanya akan terus kami percepat,” ujar Yasin, Selasa (23/6).

Menurutnya, percepatan pembangunan JLS masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pembebasan lahan di beberapa daerah. Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah kabupaten menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses tersebut.

Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Karena itu, Pemprov Jatim memberikan dukungan anggaran Rp 19 miliar agar proses pengadaan tanah dapat segera diselesaikan dan pembangunan jalan dapat dilanjutkan.

Yasin menjelaskan, pembangunan JLS merupakan proyek kolaboratif pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam skema tersebut, pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pembangunan fisik jalan, sedangkan pemerintah daerah berkewajiban menyelesaikan pembebasan lahan dan menyiapkan kebutuhan pendukung lainnya.

Baca Juga: Mendorong Generasi Inovatif, Penerbit Erlangga Hadirkan Platform Pembelajaran Interaktif Erklika Lab

Ia menegaskan, Pemprov Jatim membuka peluang memberikan bantuan serupa kepada daerah lain yang mengalami keterbatasan anggaran apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mempercepat pembangunan JLS.

“Nanti akan kami evaluasi lagi. Kalau memang ada daerah yang kemampuan fiskalnya belum mampu, kami akan coba memberikan dukungan sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yasin menilai keberadaan Jalur Lintas Selatan memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur. Selama ini, kawasan utara masih menjadi motor utama perekonomian provinsi dengan kontribusi sekitar 52 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#bappeda jawa timur #panjang JLS #JLS Trenggalek #Jalur Lintas Selatan (JLS)