RADAR SURABAYA – Sebanyak 19 jemaah haji asal Debarkasi Surabaya hingga kini masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Tanah Suci sehingga belum dapat dipulangkan ke Indonesia.
Dari jumlah tersebut, dua jemaah telah dinyatakan sembuh, sementara satu orang sudah kembali ke daerah asalnya.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi para jemaah yang tertunda kepulangannya akibat sakit.
“Saat ini ada 19 jemaah yang masih tertunda kepulangannya karena sakit. Satu orang sudah dipulangkan ke daerah asal karena telah sembuh,” ujar Anam, Senin (22/6).
Menurut Anam, salah satu jemaah yang telah pulih berasal dari Bojonegoro. Jemaah tersebut lebih dahulu dipulangkan melalui Jakarta setelah dinyatakan sehat melalui proses observasi medis.
Karena harus menunggu jadwal penerbangan lanjutan yang cukup lama dari Jakarta ke Surabaya, jemaah tersebut akhirnya melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat dan tiba di Surabaya pada Senin dini hari.
Baca Juga: Norwegia vs Senegal: Pertarungan Hidup-Mati, Haaland Bisa Jadi Mimpi Buruk Lions of Teranga
“Satu jemaah yang tiba tadi pagi berasal dari Bojonegoro. Ia dipulangkan dari Jakarta melalui jalur darat setelah menjalani observasi.
Sementara satu jemaah lainnya dari Lamongan masih menunggu ketersediaan kursi penerbangan untuk dipulangkan dari Tanah Suci,” jelasnya.
81 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Meninggal Dunia
Selain memantau jemaah yang masih menjalani perawatan, PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat jumlah jemaah yang meninggal dunia selama musim haji 2026.
Hingga saat ini, sebanyak 81 jemaah haji Debarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia.
Mayoritas kasus kematian terjadi sekitar 10 hari setelah puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Data tersebut menjadi perhatian serius bagi penyelenggara haji karena berkaitan langsung dengan kesiapan fisik dan kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.
“Kasus ini menjadi perhatian utama sekaligus bahan evaluasi bagi kami. Ke depan, kami akan memperketat pemeriksaan kesehatan
awal atau istitaah serta menyusun kebijakan yang lebih komprehensif agar kondisi kesehatan jemaah lebih terjamin selama menjalankan ibadah haji,” tegas Anam.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga Jawa Timur, PLN Diminta Lindungi Fasilitas Vital
Lebih dari 30 Ribu Jemaah Haji Sudah Tiba di Surabaya
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berlangsung. Hingga Senin (22/6), tercatat sebanyak 81 kelompok terbang (kloter) dengan total 30.673 jemaah telah tiba di
Asrama Haji Debarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.
Dua kloter terakhir yang tiba berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
PPIH Debarkasi Surabaya memastikan akan terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat di Tanah Suci dan mengupayakan pemulangan mereka segera setelah dinyatakan layak terbang oleh tim medis.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan