Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haru! Haji Cilik 13 Tahun Asal Malang Pulang dari Tanah Suci, Bawa Cokelat untuk Teman Sekolah

Rahmat Sudrajat • Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo (13), jemaah haji termuda yang tergabung dalam Kloter 71 asal Bali, tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (21/6). (Rahmat Sudrajat)
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo (13), jemaah haji termuda yang tergabung dalam Kloter 71 asal Bali, tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (21/6). (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Fardhan Aruna Syafzani Wibowo (13), jemaah haji termuda yang tergabung dalam Kloter 71 asal Bali, tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Minggu (21/6).

Kepulangannya dari Tanah Suci menarik perhatian para jemaah dan petugas karena usianya yang masih sangat muda.

Dengan rambut plontos dan peci putih, Fardhan turun dari bus bersama ibundanya, Siska Aprilia.

Senyum bahagia terlihat dari wajah remaja asal Malang tersebut setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

Selama berada di area kedatangan, Fardhan menunjukkan sikap santun dengan menyapa serta mencium tangan orang-orang yang lebih tua.

Baca Juga: Uruguay vs Tanjung Verde: La Celeste Wajib Menang Demi Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026

Kehadirannya pun menjadi sorotan di tengah ribuan jemaah yang tiba di Debarkasi Surabaya.

Fardhan mengaku bersyukur dapat menjalankan ibadah haji bersama sang ibu. Pengalaman spiritual di Tanah Suci menjadi momen berharga yang tidak akan dilupakannya.

“Senang, di sana lebih banyak ibadahnya,” ujar Fardhan.

Momen yang paling membekas baginya adalah saat pertama kali melihat Ka'bah. Ia mengaku terharu karena akhirnya dapat

menyaksikan langsung kiblat umat Islam yang selama ini hanya dilihat melalui gambar dan tayangan televisi.

Tidak hanya beribadah untuk dirinya sendiri, Fardhan juga membawa amanah dari teman-temannya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Malang.

Baca Juga: Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Ayase Ueda Bersinar di Laga Ke-1000 Piala Dunia

Sejumlah titipan doa yang ditulis dalam sebuah buku telah dipanjatkannya di depan Ka'bah.

Sepulang dari Arab Saudi, Fardhan juga tidak lupa membawa oleh-oleh untuk rekan-rekannya di sekolah.

“Iya, bawa oleh-oleh cokelat untuk teman-teman di sekolah,” katanya.

Aktif Beribadah di Masjid Nabawi

Selama berada di Madinah, Fardhan dikenal rajin melaksanakan salat berjemaah di Masjid Nabawi.

Bahkan, ia kerap berangkat sendiri dari hotel menuju masjid karena jaraknya yang sangat dekat.

Siska mengaku sempat merasa khawatir saat putranya pergi sendiri. Namun, kondisi lingkungan yang aman dan lokasi hotel yang berdekatan dengan Masjid Nabawi membuatnya lebih tenang.

“Di Madinah dia sering ke masjid sendiri. Saya sempat khawatir, tetapi alhamdulillah hotelnya dekat. Setelah sampai, dia selalu memberi kabar,” ungkap Siska.

Bagi perempuan berusia 41 tahun tersebut, perjalanan haji bersama putra sulungnya menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Selama 40 hari di Tanah Suci, keduanya memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan yang lebih intens.

“Alhamdulillah, luar biasa rasanya. Ini momen quality time berdua saja, bisa saling mengingatkan.

Selama ini perhatian saya terbagi dengan adik-adiknya. Kali ini Allah memberikan kesempatan untuk fokus sepenuhnya,” tuturnya.

Gantikan Almarhum Ayah Menunaikan Ibadah Haji

Perjalanan haji Fardhan memiliki kisah yang mengharukan. Ia berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan almarhum ayahnya yang meninggal dunia tiga tahun lalu akibat kanker.

Baca Juga: Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Ayase Ueda Bersinar di Laga Ke-1000 Piala Dunia

Dalam pelaksanaan ibadah haji, Fardhan menunjukkan kemandirian yang cukup tinggi. Saat prosesi lempar jumrah, ia bahkan berjalan sendiri menuju lokasi pada hari pertama dan ketiga.

Sementara pada hari kedua, sang ibu memintanya beristirahat dan menggantikannya.

Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali, Masruhan, menilai Fardhan mampu menjalankan ibadah dengan baik karena mendapat pendampingan penuh dari ibunya.

Menurutnya, Fardhan juga memiliki bekal pengetahuan agama yang cukup karena saat ini sedang menempuh pendidikan di pesantren.

“Kebetulan Fardhan sedang menempuh pendidikan di pesantren, sehingga pemahaman agamanya sudah cukup baik.

Kami tetap mengingatkan agar selalu didampingi, dan selama perjalanan terlihat ibunya selalu menjaganya dengan baik,” jelas Masruhan.

Kisah Fardhan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di usia yang masih 13 tahun, ia berhasil menunaikan rukun Islam kelima sekaligus membawa pulang pengalaman spiritual berharga yang akan dikenangnya sepanjang hidup.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#haji termuda #Fardhan Aruna Syafzani Wibowo #Haji 2026 #debarkasi surabaya