Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Gagas Program JUARA, Serap dan Kawal Aspirasi Warga

Mus Purmadani • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB
TEROBOSAN: Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr Agung Mulyono, menggagas program JUARA untuk bida serap aspirasi warga.(IST/RADAR SURABAYA)
TEROBOSAN: Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr Agung Mulyono, menggagas program JUARA untuk bida serap aspirasi warga.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Komitmen Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat diwujudkan melalui langkah konkret. Menindaklanjuti arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, dr. Agung Mulyono menggagas program Jumat Aspirasi Rakyat (JUARA).

Program tersebut diluncurkan sebagai wadah komunikasi langsung antara masyarakat dengan wakil rakyat yang digelar rutin setiap hari Jumat di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Surabaya.

Dokter Agung menjelaskan, JUARA merupakan layanan aspirasi publik yang dirancang untuk memperkuat kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi warga mendapatkan perhatian serta tindak lanjut yang jelas.

Baca Juga: EduRank 2026: UWP Pertahankan Posisi Tiga Besar Kampus Swasta Terbaik di Surabaya

“Tujuannya untuk memperkuat kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat serta memastikan setiap aspirasi warga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang jelas,” ujar Agung di Kantor DPD Demokrat Jawa Timur, Jumat (19/6).

Menurutnya, program tersebut lahir dari semangat yang terus ditekankan AHY agar kader Demokrat selalu hadir di tengah rakyat, mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung, dan berupaya memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Mas Ketum AHY selalu mengingatkan bahwa kader Demokrat harus hadir di tengah rakyat, mendengar langsung kebutuhan mereka, dan berupaya memberikan solusi. Semangat itulah yang kami wujudkan melalui program Jumat Aspirasi Rakyat,” katanya.

Baca Juga: Selesaikan S-3, Dokter Gigi Unair Kembangkan Biomaterial Lokal untuk Selamatkan Gigi Goyang

Agung menilai masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi langsung dengan wakil rakyat. Karena itu, Fraksi Demokrat menghadirkan JUARA sebagai kanal aspirasi yang mudah diakses, cepat, dan responsif.

Melalui program ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, UMKM, bantuan sosial, ketenagakerjaan, lingkungan hidup hingga pelayanan publik.

Untuk menjamin efektivitas pelayanan, Fraksi Demokrat menerapkan sistem piket bergiliran dengan melibatkan dua anggota fraksi setiap pekan. Mereka bertugas menerima, menginventarisasi, dan mengawal proses penyelesaian setiap aspirasi yang masuk.

Baca Juga: Blak-blakan Kerap Dianggap Kasar, Begini Cara Budaya Jawa Memandang Gaya Komunikasi

Anggota DPRD Jawa Timur tiga periode tersebut menegaskan bahwa JUARA merupakan bagian dari upaya menghadirkan politik yang lebih terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Fraksi Demokrat ingin memastikan aspirasi rakyat tidak berhenti pada penyampaian, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga memberi manfaat nyata,” tegasnya.

Selain meluncurkan JUARA, Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur juga terus mengembangkan program Ngobrol Fraksi (Ngofrak) yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Forum ini dilaksanakan setiap triwulan sebagai ruang dialog antara anggota fraksi dengan akademisi, komunitas, organisasi profesi, dan tokoh masyarakat.

Berbeda dengan forum formal pada umumnya, Ngofrak digelar secara bergiliran di rumah anggota fraksi untuk menciptakan suasana yang lebih santai, hangat, dan kekeluargaan sehingga diskusi dapat berlangsung lebih terbuka.

Baca Juga: Seminar Ekonomi, Unair Soroti SDM dan Digitalisasi untuk Transformasi Koperasi Ritel

“Ngofrak bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang dialog yang produktif untuk mencari solusi bersama,” ujar Agung.

Rencananya, Ngofrak berikutnya akan digelar pada Juli mendatang di Kabupaten Ponorogo dengan nuansa kebersamaan yang khas, termasuk menikmati kuliner legendaris daerah tersebut, sate Ponorogo.

Tak hanya menjadi ruang diskusi, Ngofrak juga diperkuat sebagai instrumen monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kinerja anggota Fraksi Demokrat di masing-masing komisi DPRD Jawa Timur. Melalui mekanisme ini, pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat dipantau secara lebih terukur.

Agung menegaskan, JUARA dan Ngofrak merupakan bagian dari strategi Fraksi Demokrat untuk memperluas partisipasi publik dalam proses pembangunan sekaligus menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat. Kedua program tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pelayanan publik, dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan rakyat.

Baca Juga: Pelaku Jambret di Kusuma Bangsa Surabaya Sudah Beraksi Tujuh Kali, Ajak Istri Menjambret

“Rakyat harus memiliki akses yang mudah kepada wakilnya. Ketika ada persoalan, harus ada yang mendengar, menindaklanjuti, dan memperjuangkan. Itulah semangat JUARA dan Ngofrak,” jelasnya. 

Sementara itu, Koordinator Program JUARA Rasiyo menegaskan bahwa kompleksitas persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut wakil rakyat untuk lebih aktif hadir, mendengar, dan memberikan pendampingan kepada konstituen.

Menurut anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan Surabaya tersebut, berbagai aspirasi yang masuk tidak hanya berkaitan dengan persoalan lokal, tetapi juga menyangkut isu-isu nasional yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, kondisi ekonomi hingga implementasi berbagai program pemerintah.

“Permasalahan masyarakat saat ini sangat kompleks. Karena itu masyarakat biasanya menyampaikan keluhannya kepada wakil rakyat. Tugas kami adalah menampung, memahami, dan memperjuangkan aspirasi tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Bandara Internasional di Kinshasa Kongo Mirip Kebun Singkong, Listrik Sering Mati

Rasiyo menjelaskan bahwa Program JUARA telah dijadwalkan secara bergiliran bagi seluruh anggota Fraksi Demokrat. Dengan mekanisme tersebut, setiap anggota dewan dituntut memahami berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat sesuai bidang tugas dan wilayah masing-masing.

“Setiap anggota Fraksi Demokrat harus menguasai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai masyarakat bertanya, tetapi wakil rakyat tidak memahami persoalannya. Kami harus peka terhadap kondisi yang terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan ekonomi yang berdampak terhadap daya beli masyarakat, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga. Bahkan belum lama ini sejumlah guru datang menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dan aspirasi tersebut langsung diteruskan kepada Komisi E DPRD Jawa Timur untuk dicarikan solusi.

Baca Juga: Hasil Pertandingan: Swiss Pesta Gol ke Gawang Bosnia, Johan Manzambi Jadi Bintang Kemenangan 4-1

“Banyak sekali persoalan yang disampaikan masyarakat dan semuanya harus ditampung. Karena itu setiap anggota Fraksi Demokrat harus memberikan pelayanan dan melakukan pendampingan kepada rakyat,” tandas Rasiyo. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#fraksi partai demokrat #terobosan #Ketua #program baru #dprd jatim