Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bank Jatim Perkuat Pemberdayaan PMI Melalui Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi

Mus Purmadani • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:13 WIB
INOVATIF: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan finansial Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program literasi keuangan dan pengembangan layanan remitansi yang aman, cepat, serta efisien.
INOVATIF: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan finansial Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program literasi keuangan dan pengembangan layanan remitansi yang aman, cepat, serta efisien.

RADAR SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan finansial Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program literasi keuangan dan pengembangan layanan remitansi yang aman, cepat, serta efisien.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Bank Jatim dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman yang digelar di Alun-Alun Jember dan diinisiasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Baca Juga: Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon PMI dan masyarakat umum.

Kehadiran Bank Jatim dalam agenda nasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah dalam upaya pemberdayaan PMI melalui peningkatan literasi keuangan serta optimalisasi pemanfaatan remitansi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: Tegaskan Komitmen terhadap Pertumbuhan Berkelanjutan, Jajaran Direksi Bank Jatim Lakukan Pembelian Saham

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, keterlibatan perseroan dalam Gerakan Nasional Migran Aman merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi para pekerja migran dan keluarganya.

Menurutnya, kontribusi PMI terhadap perekonomian nasional sangat besar, terutama melalui aliran remitansi yang dikirimkan ke Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar dana yang dikirim tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi modal produktif bagi keluarga.

Baca Juga: Gelar RUPST, Bank Jatim Setujui Pembagian Dividen Rp 850 Miliar dan Angkat Pengurus Baru

“PMI memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan ke tanah air. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan agar remitansi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menciptakan kemandirian ekonomi,” ujar Winardi.

Sebagai salah satu bank devisa, Bank Jatim juga mendukung kebutuhan transaksi keuangan PMI yang bekerja di luar negeri melalui layanan JConnect Remittance. Layanan tersebut memungkinkan pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia dengan menggandeng sejumlah Money Transfer Operator (MTO), di antaranya Merchantrade Asia di Malaysia dan Chandra Remittance di Hong Kong.

Baca Juga: Dukung Transformasi Dunia Pendidikan, Bank Jatim Launching JConnect Edu

Melalui kerja sama tersebut, PMI dapat memanfaatkan jaringan outlet MTO yang tersebar di kedua negara untuk mengirim dana kepada keluarga di tanah air dengan lebih mudah dan aman.

Tak hanya itu, Bank Jatim juga berencana memperluas jaringan kerja sama remitansi ke sejumlah negara tujuan utama pekerja migran Indonesia, seperti Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga kawasan Timur Tengah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI/BP2MI dengan Bank Jatim tentang Sinergi Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga melalui Penguatan Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai program strategis, mulai dari penyebarluasan informasi edukasi keuangan dan pemanfaatan remitansi melalui berbagai media, penyediaan akses layanan produk perbankan yang sesuai dengan kebutuhan PMI dan keluarganya, hingga pelaksanaan program literasi keuangan baik di dalam maupun luar negeri.

Winardi menegaskan, kesepakatan tersebut menjadi fondasi penting bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan pemahaman keuangan, pengelolaan remitansi yang produktif, perluasan akses layanan perbankan, serta penguatan kapasitas ekonomi keluarga PMI.

Menurutnya, literasi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Dengan pengelolaan remitansi yang tepat, para pekerja migran dan keluarganya diharapkan mampu menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik, mengembangkan usaha produktif, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

“Ke depan, Bank Jatim akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan misi perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap upaya perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kompetensi kerja dan kemampuan berbahasa asing, menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

Dzulfikar berharap Gerakan Nasional Migran Aman dapat mendorong peningkatan jumlah pekerja migran yang berangkat secara legal dan memperoleh perlindungan maksimal.
“Kesuksesan jalan sehat ini kita harapkan akan diikuti dengan peningkatan penempatan pekerja migran yang legal dan aman dari Kabupaten Jember. Target kita, angka penempatan prosedural yang aman dan terlindungi bisa naik hingga 100 persen ke depannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor perbankan berkomitmen memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjadi pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi. Berbagai langkah strategis juga akan terus dilakukan untuk menekan keberangkatan nonprosedural sekaligus memperluas perlindungan bagi PMI dan keluarganya. (mus/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pemberdayaan #pmi #bank jatim #jember #Literasi