RADAR SURABAYA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat,
menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar di kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Menurut Imam, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir merupakan energi positif sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur
agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan Jalan Sehat 1 Muharam 1448 Hijriah hari ini,” kata Imam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Selasa (16/6).
Baca Juga: Pemulangan Haji Gelombang Kedua di Surabaya Berjalan Lancar, 21.224 Jemaah Sudah Tiba di Tanah Air
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar tentu kami syukuri. Namun, berbagai dinamika yang terjadi di lapangan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berjalan lebih baik,” imbuhnya.
Terkait kendala distribusi kupon jalan sehat dan paket makanan ringan, Imam membeberkan hasil evaluasi tim di lapangan.
Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sekitar 6.700 kupon undian dan sekitar 10.000 paket makanan ringan yang belum sempat terdistribusi meskipun telah disiapkan di pos-pos sepanjang rute jalan sehat.
“Perlu kami sampaikan bahwa sisa kupon undian dan paket makanan ringan tersebut sebenarnya telah disiagakan di pos-pos yang dilewati para peserta.
Tim di lapangan juga telah memastikan seluruh peserta yang melewati pos-pos tersebut mendapatkan kupon beserta paket makanan ringan,” jelasnya.
“Namun, setelah seluruh peserta melewati pos, ternyata masih terdapat sisa kupon dan paket makanan ringan dalam jumlah cukup banyak, yakni lebih dari 5.000 kupon dan snack box.
Kami kemudian melakukan pengecekan ulang dan memastikan seluruh peserta yang melintas telah menerima haknya.
Baca Juga: Awas Banjir Rob, Siagakan Pompa dan Tim Operasional di Pelabuhan Kalimas Surabaya
Berdasarkan hasil pengecekan tim di lapangan, terdapat sejumlah warga yang tidak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sehingga tidak mendapatkan kupon maupun paket makanan ringan,” tambahnya.
Imam memastikan seluruh peserta yang mengikuti jalan sehat sesuai prosedur panitia telah memperoleh kupon dan paket makanan ringan.
Meski diwarnai sejumlah kendala teknis di lapangan, Imam mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap hadir untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan.
Menurutnya, Jalan Sehat 1 Muharam tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, melainkan juga momentum untuk memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
“Hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan transformasi menuju kualitas kehidupan yang lebih mulia.
Hijrah dari pesimisme menuju optimisme, dari sikap individualistis menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari pola hidup yang kurang sehat menuju gaya hidup yang lebih berkualitas,” tuturnya.
Imam mengatakan Pemprov Jatim telah melakukan evaluasi awal terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa seluruh petugas lapangan telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana diterapkan pada penyelenggaraan berbagai kegiatan sebelumnya.
Namun, tingginya antusiasme masyarakat dan dinamika pergerakan peserta di lapangan menyebabkan kepadatan di sejumlah titik.
“Kami telah menyiapkan petugas dengan SOP yang selama ini diterapkan pada berbagai kegiatan serupa.
Namun, memang terdapat dinamika di lapangan yang menyebabkan penumpukan massa pada beberapa titik tertentu,” ujarnya.
Baca Juga: Minat Berolahraga Meningkat di Surabaya, Pemain Padel dan Lari Paling Rawan Cedera
Saat ini, lanjut Imam, seluruh logistik berupa kupon dan paket makanan telah diamankan serta dikembalikan ke posko utama untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
“Kami memahami adanya harapan masyarakat untuk mendapatkan seluruh layanan dan fasilitas yang telah disiapkan.
Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi secara komprehensif agar distribusi logistik maupun pengaturan arus peserta dapat lebih optimal pada masa mendatang,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut panitia telah menerjunkan sekitar 150 personel internal yang dibantu berbagai unsur pendukung, termasuk pengelola Islamic Center, guna memastikan kegiatan berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, Imam memastikan berbagai hadiah yang belum sempat dibagikan tidak akan hangus, melainkan akan dialokasikan kembali untuk memeriahkan agenda-agenda besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur berikutnya.
“Seluruh hadiah tetap kami amankan dan akan digunakan kembali pada event-event besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendatang.
Ini merupakan bentuk komitmen kami agar seluruh dukungan dan partisipasi masyarakat tetap mendapatkan apresiasi yang terbaik,” jelasnya.
Menurut Imam, peristiwa ini menjadi pelajaran penting sekaligus momentum introspeksi bagi seluruh panitia untuk memperkuat manajemen kerumunan (crowd management), pengaturan jalur peserta, hingga sistem distribusi logistik.
“Bagi kami, ini menjadi momen untuk bermuhasabah dan mengevaluasi apa yang masih kurang dalam pelaksanaan hari ini.
Kami akan melakukan perbaikan menyeluruh agar kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke depan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tetap menjadi energi positif untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan