Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wamenhaj Soroti Jemaah Haji Jatim Wafat Terbanyak, Pemeriksaan Kesehatan di Daerah Akan Diperketat

Rahmat Sudrajat • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:35 WIB
SENANG: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) saat menyapa jemaah haji kloter 44 yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Jumat (12/6). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
SENANG: Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) saat menyapa jemaah haji kloter 44 yang tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Jumat (12/6). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti angka kematian jemaah haji di Jawa Timur yang sampai dengan saat ini 65 dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. 

Oleh karena itu Dahnil meminta Kanwil Kemenhaj Jawa Timur untuk memperketat kembali kesehatan sebagai syarat istitaah jemaah haji untuk berangkat ke tanah suci tahun depan.

Baca Juga: Air Mata di Depan Ka'bah, Perjalanan Mat Heni Menaklukkan Stroke hingga Menunaikan Haji

"Catatan buat Jawa Timur. Kedepan memang yang harus kita perketat itu istitaah kesehatan. Karena Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi, tingkat kematian jemaahnya tinggi. Hari ini 65 orang," tuturnya, Jumat (12/6) saat berada di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. 

Meski menurut Dahnil ada penurunan jumlah kematian yang signifikan dibanding tahun lalu yang mencapai 100 orang lebih, namun Jawa Timur masih menyumbang jumlah angka kematian yang sangat tinggi di Indonesia saat jemaah berada di Tanah Suci. 

Baca Juga: 13.266 Jemaah Haji Sudah Tiba, PPIH Surabaya Catat 81 Mutasi Selama Pemulangan

"Memang ada penurunan signifikan dibandingkan tahun yang lalu. Tahun lalu sudah 100 lebih ya , tapi tahun ini 65 orang. Tapi itu relatif masih penyumbang (jemaah yang wafat) yang tertinggi di Indonesia," jelasnya. 

Ke depan istitaah jemaah akan diperketat agar jemaah  mempunyai kesehatan prima sehingga tingkat kematian jemaah bisa ditekan jumlahnya. Pemeriksaan sebelum melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). 

Baca Juga: Dua Jemaah Haji Kloter 12 Asal Malang Wafat Alami Jantung di Pesawat dan Bus Saat Tiba di Asrama Haji Surabaya

​"Kita akan lebih memperketat istitaah supaya beliau-beliau yang berangkat itu adalah beliau-beliau yang memang kesehatannya prima. Dan itu bisa menekan jumlah kematian yang terjadi di tanah suci," tegas Dahnil. 

Dahnil juga menyebut mayoritas jemaah wafat mengalami gangguan pernapasan dan jantung. Tak hanya itu jemaah juga mempunyai penyakit bawaan atau komorbid. Sehingga pemeriksaan nantinya akan difokuskan pada penyakit yang sering menyebabkan angka kematian jemaah saat berada di tanah suci. 

"Mayoritas itu pneumonia ya, sesak nafas, darah tinggi kemudian jantung. Karena memang banyak punya komorbid dari dalam negeri (sebelum berangkat ke tanah suci," tuturnya. 

Sementara itu Plt Kakanwil Kemenhaj Jawa Timur Mohammad As'adul Anam sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Surabaya mengatakan jemaah yang paling banyak teridentifikasi wafat karena faktor kelelahan. Terutama setelah melaksanakan ibadah di Armuzna.

"Pemicu utamanya adalah gangguan fungsi jantung akibat kelelahan. Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami, bagaimana ke depannya penanganan terhadap kondisi fisik jemaah agar lebih maksimal, terutama dalam mengantisipasi dampak kelelahan,” tegas Anam.  (rmt/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#wamnehaj #pemeriksaan #jemaah #haji #kesehatan