Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Air Mata di Depan Ka'bah, Perjalanan Mat Heni Menaklukkan Stroke hingga Menunaikan Haji

Rahmat Sudrajat • Kamis, 11 Juni 2026 | 17:22 WIB
Mat Heni didampingi istrinya, Muntiani Maskor, saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Mat Heni didampingi istrinya, Muntiani Maskor, saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Air mata Mat Heni tak berhenti mengalir saat pertama kali menatap Ka'bah.

Di tengah lautan manusia yang memenuhi Masjidil Haram, pria 58 tahun asal Brumbung, Made, Lamongan, itu berdiri dengan perasaan yang sulit diungkapkan.

Bukan tanpa alasan. Empat belas tahun lamanya ia menunggu kesempatan berangkat haji. Namun, menjelang keberangkatan, harapan itu nyaris sirna setelah dokter

mendiagnosisnya menderita stroke. Penyakit tersebut membuatnya kesulitan berjalan dan berbicara.

Bagi banyak orang, kondisi itu mungkin menjadi alasan untuk menyerah. Namun tidak bagi Mat Heni.

Bersama sang istri, Muntiani Maskor (54), ia memilih tetap memelihara harapan. Di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya, keyakinan untuk menjadi tamu Allah tidak pernah padam.

Baca Juga: Bareskrim Polri Sita Pabrik di Berbek Sidoarjo, Diduga Terkait Kasus Pertambangan Emas Ilegal dan TPPU

Perjalanan menuju Tanah Suci pun akhirnya menjadi titik balik yang tak pernah dibayangkannya.

Mat Heni tergabung dalam Kloter 33 dan berangkat dengan berbagai kekhawatiran. 

Namun, setibanya di Arab Saudi, sesuatu yang mengejutkan mulai dirasakannya. Tubuh yang sebelumnya lemah perlahan menjadi lebih kuat.

 Langkahnya semakin ringan, bahkan ia mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda.

Tak hanya itu, ia juga sanggup melaksanakan ibadah umrah hingga tujuh kali selama berada di Makkah.

"Saya terus menangis melihat Ka'bah. Saya tidak menyangka bisa benar-benar sampai ke Tanah Suci," tuturnya dengan mata berkaca-kaca saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (11/6).

Bagi Mat Heni, perjalanan haji bukan hanya tentang menunaikan rukun Islam kelima. Ibadah tersebut juga menjadi perjalanan spiritual yang penuh harapan dan doa.

Sebelum keberangkatan, ia mengaku memiliki amalan yang terus dijaga. Hampir setiap hari ia membaca Ayat Kursi dan memohon kepada Allah agar diberikan kesehatan serta kemudahan menjalankan ibadah.

Baca Juga: Dooorrr...Senapan Angin Meletus saat Hendak Diservis di Gembong Surabaya, Satu Orang Jadi Korban

"Saya membaca Ayat Kursi ribuan kali setiap hari. Amalan itu diberikan oleh kiai kepada saya," ungkapnya.

Di balik kesederhanaan amalan itu, tersimpan keyakinan yang kuat. Keyakinan itulah yang menjadi teman setianya saat menghadapi ketidakpastian akibat penyakit yang dideritanya.

Perubahan yang dialami Mat Heni tidak hanya terlihat dari kemampuan fisiknya. Kebiasaan makannya pun berubah selama berada di Tanah Suci.

Sebelum berangkat, ia dikenal sangat menjaga pola makan. Daging menjadi salah satu makanan yang selalu dihindarinya karena alasan kesehatan. Bahkan makanan khas seperti rawon pun jarang disentuhnya.

Namun di Madinah dan Makkah, kondisi itu berbeda.

"Kalau di rumah saya tidak mau makan daging, tetapi di sana saya bisa memakannya dengan lahap dan merasa nyaman," katanya lalu tersenyum.

Pengalaman tersebut menjadi cerita yang akan terus dikenangnya sepanjang hidup.

Bagi Mat Heni dan istrinya, perjalanan haji tahun ini bukan sekadar perjalanan ribuan kilometer dari Lamongan menuju Makkah. 

Perjalanan itu adalah kisah tentang kesabaran yang menunggu selama 14 tahun, tentang perjuangan melawan keterbatasan fisik, serta tentang doa yang terus dipanjatkan tanpa putus.

Kini, pasangan suami istri itu pulang ke kampung halaman dengan hati yang penuh syukur. Mereka membawa pulang lebih dari sekadar kenangan. 

Mereka membawa keyakinan bahwa di balik setiap ujian selalu ada jalan yang dibukakan, dan bahwa harapan yang dijaga dengan kesabaran pada akhirnya akan menemukan jawabannya.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#mat heni #stroke #jemaah haji #debarkasi surabaya #kursi roda